sujushidaeforeternity!!

[SongFict] My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 2


Main Casts:

Jessica Jung – Cho Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another Casts:

Kim Heechul  – Kim Taeyeon – Tiffany Hwang

SNSD – Super Junior

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!!

 

~ Meskipun sikap dan perkataannya tidak pantas untuk dianggap sesuatu yang menyenangkan, entah kenapa… bibirku malah tersungging keatas, membentuk senyuman kecil disana. ~

 

~~@@~~

 

 

JESSICA’S POV

 

Aku dapat merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhku, yah.. sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada perutku. Kubalikkan tubuhku dan menekukkan kedua lututku, mencoba menekan perutku yang terasa sakit. Kedua mataku yang tadinya terpejam pun langsung terbuka. Aku mengucek kedua mataku lemas dengan tangan kiriku yang tidak hentinya mengelus perutku.

Dengan hati-hati aku beranjak dari tempat tidur dan langsung meraih knop pintu kamarku, membukanya dengan cepat. Tidak butuh waktu yang lama sekarang aku sudah berada tepat dihadapan kamar mandi yang ada disebelah kamarku. Belum sempat tanganku menyentuh knop pintunya, pintu tersebut langsung terbuka begitu saja.

Kepalaku yang tadinya merunduk langsung mendongak, menengadah melihat siapa orang yang menggunakan kamar mandi pribadiku seenaknya, “Kyuhyun-ssi?”

Ternyata Kyuhyun-lah yang berada dibalik pintu itu, memperlihatkan dirinya dengan sebuah handuk putih yang sedang melilit pinggangnya. Sejenak aku tidak bisa berpikir apa-apa. Sakit perutku seolah menghilang begitu saja, digantikan dengan perasaan syok yang entah bagaimana muncul begitu melihatnya. Anehnya, untuk mengerjapkan mataku saja aku tidak. sanggup. Aku pasti tampak sangat bodoh sekarang! Kyuhyun yang awalnya tampak diam pun sepertinya mulai merasa risih dengan caraku memandangnya.

“Kau tidak pernah melihat seorang pria dalam keadaan seperti ini sebelumnya?” tanya-nya santai seraya melangkahkan kakinya keluar kamar mandi dan menutup pintunya, namun masih berdiri tegak dihadapanku. Benar-benar membuat wajahku memanas dan merona merah.

Setelah menyadari situasi sekitar aku langsung berbalik dan menutup kedua mataku dengan kedua telapak tanganku. Memalukan! Kenapa pagi-pagi seperti ini aku harus melihat pemandangan seperti ini?

“Kalau iya memangnya kenapa?” Suaraku yang keluar terdengar bergetar tapi sedikit lantang-tetap saja berbicara sambil memunggunginya. Tidak ada jawaban apapun saat itu, hanya kekehan kecil darinya yang dapat kudengar.

“Mau sampai kapan kau berdiri disitu? Tidak jadi masuk ke kamar mandi?” sindirnya yang telak langsung membuatku ingin menghilang dari hadapannya saat itu juga. Dengan langkah terburu-buru dan masih dengan posisi membelakanginya aku berjalan memasuki kamar mandi, kemudian menutup pintunya dengan kuat.

Sesampainnya di dalam, kubuka kedua mataku dan langsung menghampiri cermin yang ada disana. Wajahku tampak sangat memerah. “Ini sungguh memalukan!”rutukku pada diriku sendiri-mengacak rambut frustasi.

***

“Apa mobil yang terparkir dihalaman depan rumah itu adalah mobilmu?” tanya Heechul oppa seraya menyodorkan sepiring pancake yang biasa dibuatnya padaku, kepada Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk singkat sambil terus mengunyah makanan yang ada dimulutnya, “Tidak kusangka akan datang selama ini.”

“Kapan kau membeli dan mengurus semuanya?”

“Kemarin sore aku membelinya, namun karena ada beberapa hal yang harus diurus, mereka memintaku untuk menunggu sampai hari ini.”

Dengan hati-hati aku memotong pancake strawberry yang ada dihadapanku dan sebisa mungkin kujaga mulutku untuk tertutup rapat, agar tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun. Aku memutuskan untuk akan hanya mendengarkan percakapan mereka berdua dengan kalem.

Suasana sarapan hari ini bisa dikatakan tidak seperti biasanya yang diselingi dengan suara tawaku, ataupun omelanku. Heechul oppa yang sepertinya menyadari hal itu mulai mengeluarkan suaranya.

“Apa terjadi sesuatu Sica?” tanyanya cemas.

Aku menoleh kearah Heechul oppa, membuat sepasang mata yang daritadi kuhindari untuk menatapnya pun terfokus padaku. Aku menelan ludah dan tersenyum kaku sembari menggelengkan kepalaku singkat. Bagaimana mungkinaku menceritakan kejadian tadi yang jelas-jelas sangat memalukan.

Sekilas dapat kulihat Kyuhyun menyunggingkan senyum setengahnya, dan menurutku itu membuatnya terlihat semakin berkharisma? Aku menggelengkan kepalaku cepat. Bukan saatnya berpikiran seperti itu Jessica! Ia memasukkan suapan terakhir kedalam mulutnya dan menelungkupkan garpu dan pisau yang ada ditangannya keatas piringnya.

“Aku duluan.” ujarnya singkat yang dijawab dengan anggukan dari Heechul oppa dan  kemudian menghilang dari balik pintu.

Aku sempat memperhatikannya, termasuk penampilannya juga tentunya. Ia mengenakan kemeja lengan pendek yang berwarna hijau lumut, kemudian dipadukan dengan jeans hitam dan kets putihnya, membuatnya terlihat rapi dan lebih tampan.

Selain menyadari hal itu, ada satu hal juga yang membuatku bertanya-tanya. Inilah pertama kalinya aku melihat Kyuhyun berpakaian serapi itu, dan ini pertama kalinya juga ia pergi keluar sendirian. Kira-kira… Dia mau pergi kemana? dan akan bertemu dengan siapa?

“Dia sudah pergi. Mau sampai kapan kau memandangi pintu itu?” cetus Heechul oppa yang diiringi dengan kekehan kecilnya. Aku mengerucutkan bibirku, kebiasaan yang kulakukan kalau aku sedang kesal.

“Apa aku melewatkan sesuatu adikku?” selidik Heechul oppa seraya memicingkan kedua matanya, menatapku curiga.

“Aniyo.” jawabku singkat dengan ekpresi datar, berusaha menghilangkan kegugupanku darinya. Aku bangkit dari dudukku dan mengangkat tas selempang yang ada di atas meja makan. “Aku pergi dulu.” ujarku singkat dan dengan secepat mungkin berlalu dari hadapan Heechul oppa.

 

***

KYUHYUN’S POV

 

Setelah menempuh waktu yang lama dan jarak yang cukup jauh, akhirnya aku sampai ke tempat tujuanku. Langkahku mulai memasuki taman kota yang tidak terlalu ramai. Keputusan untuk kembali ke Seoul sepertinya merupakan keputusan yang sangat tepat. Hamparan langit biru yang cerah mampu menyejukkan setiap orang yang memandangnya, termasuk aku juga tentunya.

“Oppa!” suara yang sangat kukenal betul berhasil membuatku mengalihkan pandanganku., membuatku menoleh kearah suara dan mendapati seorang gadis dengan tubuh mungilnya sedang melambaikkan tangannya, mengisyaratkanku untuk datang menghampirinya. Jas putih panjang yang melapisinya membuat gadis itu terligat lebih berkelas.

Berselang beberapa detik kemudian aku sudah berada dihadapan gadis itu, menyambut pelukan hangat yang kudapat darinya. Ia mendongak sejenak untuk memandang wajahku-ukuran tubuhnya yang memang jauh lebih pendek dan kecil dariku-menunjukkan deretan giginya yang rapi.

“Bagaimana dengan kabarmu oppa?” ujarnya girang sambil melepaskan rangkulannya dipinggangku.

“Baik.” ujarku mantap kemudian mengacak rambut hitam pendeknya dengan gemas. Sudah lama rasanya tidak bertemu dengan gadis ini, dan ternyata sudah banyak penampilannya yang berubah. Rambut panjangnya yang lurus kini sudah berubah menjadi lebih pendek, membuatnya terlihat lebih manis. Hanya saja, Poni-nya yang dikedepankan dan kulitnya yang seputih susu itu tetap sama, tidak berubah. Siapa yang menyangka gadis ini sudah menginjak usia 23 tahun? Wajah dan tingkahnya masih sangat sama seperti anak-anak remaja.

“Kau pasti sudah lama tidak melihat sakura-kan oppa?” ujarnya seraya menengadah, menatap dedaunan merah muda yang sedang menari-menari diatas sana. Senyumnya mengembang dengan indah.

“Tentu saja, Kim Taeyeon. itu sebab-nya aku memutuskan untuk datang kesini pada musim semi.”

“Sekarang kau tahukan alasanku untuk meninggalkan L.A dan  menetap di Seoul?” Matanya menatap lurus kedepan, menerawang jauh- melihat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu.

Aku tersenyum singkat kemudian mengangguk, “Dan sepertinya… aku akan melakukan hal yang sama denganmu.”

Mendengar ucapanku barusan Taeyeon terkesiap. Mata bulatnya langsung terfokus kearahku, membuatku tidak berani menatapnya. Aku menunduk, mencoba menimang-nimang kembali pikiran yang baru saja kuutarakan. Yah.. Aku akan menetap di Seoul. Tidak ada yang bisa membuatku merubah kuputusan ini.

Taeyeon meraih tanganku, menggenggamnya erat, seakan ia takut untuk melepaskannya. Aku menoleh kearahnya, dengan senyuman yang sering kutunjukkan padanya, mencoba meyakinkannya bahwa tidak akan terjadi apa-apa dan semuanya akan baik-baik saja. Seolah mengerti ia melepaskan genggaman tangannya.

“Jadi… dengan siapa kau tinggal sekarang oppa?” tanya Taeyeon mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Aku tahu ia tidak akan sanggup untuk membahas hal ‘itu’ lebih jauh lagi, begitu juga dengan aku.

“Dengan seorang teman. Teman yang bahkan sudah kuanggap seperti  keluarga sendiri. Kalau kau ada waktu, akan kuajak kau kesana.”

“Apa orang tuamu sudah tahu kau akan menetap disini oppa?” Ternyata Taeyeon tidak bisa untuk tidak membahas hal ‘itu’ lebih lanjut. Ia menggertakkan giginya, takut kalau-kalau semua yang ada dipikirannya memang benar. Matanya terfokus pada pasir yang sedang dimainkannya dengan kaki-nya. “Kau tahu.. Aku mengkhawatirkanmu oppa.” Aku bisa melihat sudut matanya yang tampak bening.

“Apa kau menyuruhku kesini hanya untuk membahas hal itu?” Aku terkekeh pelan dan kembali mengacak rambut tipisnya. Ia menghempaskan tanganku cepat dan berdiri dari duduknya- mendengus kesal beberapa kali seraya merapikan rambut tipisnya. Matanya menatapku lama.

“Tentu saja tidak. Apa kau ingin jalan-jalan?” tanyanya semangat, tepatnya seolah-olah terlihat semangat. Aku menyambut uluran tangannya, berjalan tepat disampingnya.

 

***

Aku langsung memarkirkan mobilku di depan rumah, tepatnya dibelakang sebuah van putih yang sedang terparkir di depan rumah keluarga Jung. Setelah keluar dari mobil aku mendapati Jung bersaudara sedang berdiri di depan van tersebut. Pergi sekarang-kah? Aku berjalan mendekati mereka yang sedang berpelukan.

“Kau pergi sekarang hyung?” Pelukan keduanya terlepas setelah mendengar suaraku.

Aku memandang Jessica sekilas, matanya terlihat merah dan sembab. Kemudian aku kembali mengalihkan pandanganku kearah Heechul hyung. Ia merangkulku singkat dan kemudian mengangguk.

“Kalian harus baik-baik selagi aku tak ada disini. Ara?” Aku tersenyum singkat, mengiyakan bahwa aku mengerti maksudnya.

“Kalau kau tidak kembali tepat waktu seperti yang kau janjikan, awas kau!” ancam Jessica dengan tatapan tajamnya, membuat Heechul hanya terkekeh menanggapinya. Dicubitnya pipi Jessica pelan, membuat gadis itu memberontak kesal.

“Arasseo. Aku akan pulang secepat mungkin, secepat yang aku bisa.” Jessica mengangguk cepat.

“Kalau begitu aku pergi dulu.” Heechul menepuk pundakku pelan dengan senyuman yang sulit kuartikan, kemudian ia memeluk Jessica sebentar, sebelum ia benar-benar pergi memasuki van-nya.

Heechul hyung pun sudah berada didalam van-nya dan mulai menyalakan mesinnya. Aku menoleh kearah gadis yang ada disebelahku sejenak. Tangannya mengepal, mencoba untuk menahan kesedihannya? atau.. untuk menahan ketakutannya? cih~ apa yang harus ia takutkan?

Semakin lama aku bisa mendengar suara van itu semakin mengecil, menandakan Heechul sudah menjauh dariku dan Jessica. Tatapanku yang daritadi tidak beranjak dari pandangannya-Jessica, terkesiap saat Jessica menoleh kearahku. Tidak adalagi butir-butir bening yang menggenang dipelupuk matanya, namun matanya masih tampak merah.

Aku meletakkan tanganku dibahunya untuk beberapa detik, membuat raut wajahnya menunjukkan ekspresi kaget, “Ayo masuk!” ujarku pelan. Belum ia menjawab aku sudah melangkah melewatinya, meninggalkannya dengan ekspresi ‘aneh’nya.

Hari-hariku berdua dengannya dirumah ini akan segera dimulai. Dibandingkan dengan perasaan senang, rasa takut dan gelisah jauh lebih mendominasiku saat ini. Mampukah dinding pembatas yang selama ini kubangun diantara kami tetap utuh? atau justru runtuh? Karena sepertinya dinding itu mulai rapuh, tak kokoh seperti yang kuharapkan.

 

~~@@~~

 

JESSICA’S POV

 

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku berkali-kali saat melihat hidangan sarapan yang ada di meja makan. Pancake strawberry? Apa yang menyiapkan ini semua adalah dia? Aku melirik pria yang duduk dihadapanku. Apa benar dia?

“Kalau ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja!” suara beratnya membuat gerakan memotong pancake yang sedang kulakukan menjadi kaku. Nyengiranku yang tampak aneh pun kukeluarkan, kemudian menggelengkan kepalaku pelan.

“Aku tidak mungkin menunggumu bangun dan membuatkan sarapan untukku, mengingat kalau kau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dibangunkan. Jadi, daripada aku membuang-buang waktu dan energy, aku langsung saja membuat sarapan. Heechul hyung sempat mengajarkanku membuat pancake ini beberapa kali.”

Mulutku ternganga mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. Ini pertama kalinya ia mengucapkan kalimat sepanjang itu kepadaku. Meskipun sikap dan perkataannya tidak pantas untuk dianggap sesuatu yang menyenangkan, entah kenapa… bibirku malah tersungging keatas, membentuk senyuman kecil disana.

Aku memasukkan suapan pertama kedalam mulutku. Rasanya. Tidak cukup buruk, meskipun saus strawberry-nya tidak seenak buatan Heechul oppa. Setidaknya dia lebih mahir membuat pancake strawberry ini daripada aku.

“Aku tahu rasa sausnya sedikit aneh. Kalau kau tidak ingin memakannya tidak usah dipaksa.” ujarnya terkesan dingin. Aku langsung menggeleng.. Matanya yang tajam hanya menatapku sekilas, memastikan tidak ada kebohongan yang tersirat dari ekspresiku.

“Kyuhyun-ssi.” Setelah suasana cukup hening untuk beberapa menit, aku memutuskan untuk mengeluarkan suara. Ia mendongak, seakan memberikan sinyal padaku untuk melanjutkan ucapanku.

“Mengingat ini hari sabtu dan sekolah diliburkan, aku cukup punya banyak waktu untuk diluangkan. Kau tidak ingin jalan-jalan? Aku bisa menemanimu hari ini.” ujarku pelan dan hati-hati. Aku menggigit bibirku, menyiapkan jantungku untuk menerima jawaban apapun yang akan diberikannya.

“Maaf. Aku sudah ada janji dengan seseorang siang ini.” Seakan tidak ada yang salah dengan ucapannya yang berkemungkinan berdampak buruk padaku, ia mengatakannya langsung dan tepat  sasaran. Ekspresinya yang datar membuatku menggigit bibirku semakin kuat. Sebenarnya, Apakah ada sesuatu hal yang membuat pria ini bersikap sedingin ini pada orang lain? atau hanya kepadaku saja?

“Aku sudah selesai.” Diangkatnya piringnya ke bak cuci dan meninggalkanku sendirian tanpa mengatakan apapun. Aku menarik nafas dalam dan kemudian membuangnya perlahan. Melihatnya bersikap seperti ini membuatku sedikit merasa tidak dianggap. Aku tersenyum pahit. Dianggap? Beraninya kau berpikir seperti itu Jessica!

 

***

Langit semakin lama semakin gelap dan pekat. Tidak banyak bintang yang menampakkan dirinya malam ini, hanya sinar rembulan pucat yang membuat malam ini terlihat indah dan terang. Kulihat jam dinding yang tergantung indah diruang tengah telah menunjukkan pukul 9 malam, namun Kyuhyun belum juga pulang.

Aku menghela nafas, mencoba memikirkan sebenarnya apa yang sedang kulakukan. Aku pasti sudah gila. Menunggu orang yang bahkan sama sekali tidak pernah menganggapku ada. Menyedihkan sekali.

Tidak berselang lama aku mendengar suara decitan dari arah pintu masuk. Dengan cepat aku berlari kecil kesana. Kyuhyun baru akan melepaskan sepatunya sesaat setelah aku muncul dihadapannya. Ia menengadah dan sedikit terlihat kaget melihat kedatanganku.

“Kau sudah makan malam?” tanyaku spontan.

Ia terlihat bingung untuk beberapa saat, kemudian kembali memasang tampang dinginnya, “Sudah.” ujarnya singkat. Diletakkannya sepatu-nya di rak sepatu, kemudian menatapku tajam, cukup lama. Merasa risih, aku memalingkan tatapanku darinya.

“Ada apa?” suaraku terdengar kikuk.

“Apa kau menungguku?” matanya menyipit, membuatku semakin merasa tersudut. Sepertinya ia menunggu jawaban dariku. Dengan polosnya aku hanya menganggukkan kepalaku dengan gerakan lamban, membuatnya mendengus dan bersidekap.

“Apa kau yakin kalau aku ini bukan tipe-mu? dan apa kau yakin kau tidak menyukaiku?” ujarnya terdengar sakartis. Aku menelan ludah dan mulai merutuki diriku sendiri. Sekarang apa yang harus kukatakan padanya?

“Aku hanya ingin bersikap baik padamu. Apa itu salah?” ujarku sengit, mencoba menutupi kegugupanku yang sudah mulai menyelimutiku.

“Terserah kau saja.” Ia berjalan melewatiku. Cih~ selalu begitu. Apa ia tidak sadar kalau ia sedang menumpang dirumahku? Kuarahkan tanganku kedepan dadaku, merasakan detak jantungku yang tidak beraturan. Kalau memang benar aku menyukaimu, apa itu salahku?

“Cho Kyuhyun sialan!” umpatku kesal.

“Apa kau mengatakan sesuatu?” Aku menoleh kebelakang dan mendapatinya berdiri agak jauh di belakangku. Kepalanya melongok diujung lorong menuju ruang tengah. Entah dapat firasat darimana ia bisa tahu aku baru saja menyumpahinya.

“Tidak. Tidak apa-apa.” jawabku kikuk dan berjalan cepat melewatinya. Sekilas aku bisa melihatnya dengan ekspresi yang sangat sulit untuk kujelaskan dengan kata-kata.

 

~~@@~~

 

KYUHYUN’S POV

 

Berulang kali aku mencoba merangkai kata-kata yang pas pada kertas yang sedang kutulisi ini. Sudah berapa coretan yang terbentuk diatasnya, membuat kertas putih yang awalnya tampak bersih menjadi kotor. Kuremas kertas itu hingga membentuk lingkaran tak beraturan dan membuangnya sembarang, membuatnya terlihat lusuh.

Tok.tok.tok

 

Suara ketukan dari arah pintu kamarku berhasil mengusik konsentrasi-ku. Tidak lama kemudian aku bisa mendengar pintu kamarku terbuka. Aku beranjak dari dudukku yang membelakangi pintu dan berbalik. Aku bisa melihat kepala Jessica yang masuk melalui celah pintu yang dibiarkannya terbuka-memutar ke kiri dan kanan sampai menemukan keberadaanku.

Kulirik jam bundar yang tergantung disudut kamarku. Alisku bertaut beriringan dengan keningku yang berkerut. Kami baru saja menyelesaikan sarapan kami beberapa menit yang lalu. Apa yang mendorongnya datang kesini?

“Boleh aku masuk?” suaranya kembali menyadarkanku dari pikiranku.

Aku mengangguk pelan tanpa mengubah posisiku sedikitpun. Dengan hati-hati ia memasuki kamarku dan duduk disisi tempat tidurku. Aku mengernyitkan keningku. Seakan mengerti dengan apa yang sedang kupikirkan ia mulai mengeluakan suaranya.

“Aku hanya merasa bosan. Biasanya, aku selalu menghabiskan waktuku dengan Heechul oppa diwaktu senggang seperti ini. Tidak apakan kalau aku disini? Apa aku menganggumu?”

Aku terdiam sejenak. Wajahnya yang seperti ini membuatku sangat tidak tega untuk mengatakan bahwa tentu saja ia akan mengangguku. Menganggangu konsetntrasiku. Pekerjaanku yang tadinya sedang sibuk mengompisisi lagu bisa-bisa berganti menjadi sibuk memandangi wajahnya.

Aku mendesah pasrah kemudian mengangguk. Bibirnya langsung tersungging lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi dan rapat. Tidak ingin pertahananku yang selama ini coba kujaga runtuh begitu saja-hanya karena melihat senyumannya, aku kembali duduk memunggunginya, meneruskan pekerjaanku yang tertunda.

Seperti yang kuduga, aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku dengan baik. Kulirik ia sekilas, ia sedang memunguti gumpalan kertas yang berjatuhan disekitarku dan membukanya, membaca tulisan yang ada disana. Setelah semuanya tersusun rapi ditangannya, ia melangkah mendekatiku. Aku langsung berpura-pura melanjutkan pekerjaanku.

“Kau sedang membuat lagu?” tanyanya antusias. Dari ekor mataku, aku dapat melihat sekarang ia tepat berdiri disampingku.

“Begitulah, tapi sedang tidak ada ide yang muncul.” Jessica mengangguk-anggukan kepalanya. Senyumannya yang manis tidak henti-hentinya ia tunjukkan.

“Bagaimana kau mengomposisi lagu kalau kau tidak punya alat musik?” Ia memandang ke segala sudut ruangan dengan sedikit bingung. Tidak berhasil menemukan instrumen musik apapun disini.

“Semuanya sudah ter-program disini.” ujarku seraya menyentuh komputer yang ada dihadapanku. Setelah memandanginya cukup lama, tiba-tiba saja ia menyunggingkan senyuman manisnya dan langsung meraih tanganku-sangat cukup membuat detak jantungku menggila.

***

 

Kuedarkan pandanganku kesekeliling ruangan tempatku dan Jessica menapak sekarang. Aku melangkah maju-sekali langkah.Sangat tidak menyangka ada piano dirumah ini. Setahuku, Heechul hyung tidak pernah menceritakan bahwa keluarganya tertarik dengan dunia musik.

Kubuka papan penutup tuts-tuts piano yang sama sekali tak tampak usang karena debu. Piano ini masih sangat begitu terawat. Kududuki kursi yang berhadapan dengan piano itu, dan mulai menekan beberapa tuts-nya dengan asal.

“Ayahku juga seorang komposer, komposer pribadi ibuku dan kami tentunya.” Aku menoleh memandang Jessica. Bisa kulihat dengan jelas matanya yang mulai berkaca-kaca. Bulir-bulir bening sedikit demi sedikit mulai menggenang di pelupuk matanya. Ingin rasanya kurengkuh wajah cantiknya, menghapus airmatanya, dan mendekapnya erat untuk menenangkannya. Membayangkan itu semua hanya mampu membuatku tersenyum pahit

“Kau ingin mendengar lagu apa?” Aku mulai memainkan tuts-tuts piano tersebut sembarang, mencoba membuatnya melupakan kesediahan yang mulai melandanya.

Ia memalingkan wajahnya dariku, menghapus airmata yang mungkin sudah membentuk sungai kecil dipipinya. Senyuman manisnya kembali terpancar sesaat ia berbalik menatapku, membuat darahku berdesir cepat. Aku menepuk sisi kursi kosong yang ada disebelahku, menyuruhnya untuk duduk disampingku. Ia terdiam sejenak, kemudian dengan ragu duduk disampingku.

“Terserah kau saja.” aku bisa merasakan ada nada riang yang tergambar dari nada bicaranya. Untuk kali ini dan saat ini, tidak ada salahnya berbuat baik pada gadis ini bukan?

Aku melirik Jessica sekilas, ekspresi senang yang terpampang jelas dari wajahnya membuatku tidak bisa menyembunyikan senyumanku. Aku ingin dia tetap tersenyum seperti itu, sekarang dan seterusnya.

Jari-jemariku pun mulai menari-nari diatas-nya, mengeluarkan dentingan-dentingan-rangkaian nada yang indah. Seandainya bisa, akan kuhentikan waktu saat ini juga, membiarkan aku dan dia tetap disini dalam posisi yang sama. Seperti yang kukatakan sebelumnya, dinding pembatas diantara kami sudah mulai rapuh, membuat retak-retakan kecil dimana-mana. Apa yang harus kulakukan sekarang?

 

 

 

~~To be continued~~

 

Yup.. Saya kembali lagi dengan dengan FF Kyusica  Chap. 2 ~~

Sebenarnya niatnya udah dari kemarin mau bikin dan ngepost, tapi bawaannya males mulu. (-,-) *keasyikan liburan sepertinya*

 

Untuk Chap ini…

Kalau rada aneh dan mengecewakan langsung aja dikomen yah, tidak usah sungkan!

 

Untuk active readers jeongmal kamsahamnida atas komen-nya ^^

Membuat author semakin termotivasi untuk melanjutkan FF ini kkk~

 

P.S: Bashing’s not allowed in here!!

 

~~Kamsahamnida~~

 

32 responses

  1. Devigamekyu

    Hai, aku reader baru di sini, aku suka banget bsa mnmukn blog ini, al.a ad ff kyusica. Wahh, aku pnasaran taeyeon tu siapa.a kyupa? N ap yg mmbuat kyupa tkut jatuh cinta sm sica eonni? Aku betul” penasaran. Tp ff.a keren banget. Lanjut ya thor

    September 4, 2011 at 4:23 pm

    • welcome to my blog ^^ hehehe~
      seneng rasanya kalo ada yang seneng ama ff saya
      mudah”an di chap 3-nya sedikit menutupi rasa penasaran yak🙂

      September 5, 2011 at 12:00 pm

  2. aein

    uh, cold kyuhyun is cold >.<
    tapi di chapter ini mulai kenal karakternya lebih lagi, walo ga banyak, secara masih banyak hal yg blom terungkap, hehe.
    kyusica momentnya dikit tp sukses bikin aku dugeun2 like alwayss. sukaaa!!!
    update soon🙂

    September 4, 2011 at 7:18 pm

    • konflik-nya emang belum kerasa disini~~
      ditunggu aja chap selanjutnya..
      kkkk~

      September 5, 2011 at 12:01 pm

  3. Siti JoJo Sunny

    yeah akhirnya ff KyuSicanya keluar jga.
    Aduwh saya mkin bngung dah,taeyeon tuh siapanya kyupa sih?
    Ruz knpa kyupa brsikp dngn ma sica?
    Wah wah jdi penasaran nie ma kisah mrka slnjtnya.
    Ehm konflik msa lalu Haepa n sicanya jga lum d crtain.
    Ok deh next partnya d tnggu y.
    Fighting chingu🙂

    September 5, 2011 at 2:45 am

    • utk masalah Haesica mungkin di part 4 atau part 5 terungkapnya
      saya juga kurang yakin sih.. *lho?
      pokoknya ditunggu aja yah #plak

      September 5, 2011 at 12:02 pm

  4. Liah icesica4ever

    Aah akhrnya d publish jg ff ni,,
    chingu,konfliknya blum kliatan di chap ni y,*soktahu*
    bnyk yg bkin pnasaran di chap ni,,
    1.yg d mksud hal ‘itu’ sma kyu wktu ngbrol ma tae,
    2.knp kyu hrus nhan dri spya g trlnjur suka ma sica,
    ah mian kmen kpnjangan, hehe,
    chingu lnjut sgera y?
    ^^

    September 5, 2011 at 5:45 am

    • hal ‘itu’ yang dimaksud saya juga gak tahu sebenarnya.. (??) lol
      gpp.. author suka comment yang panjang” kok🙂
      akan diusahakan postnya cepet deh

      September 5, 2011 at 12:05 pm

  5. Andraaa

    Akhirnya chapter 2 di post juga >< seperti biasa, keren! FF KyuSica dimanapun selalu keren bagiku😀 /gaadayangtanya
    Lanjut yaa, jangan lama-lama~

    September 5, 2011 at 9:42 am

    • sepertinya uda Kyusica shipper tingkat akut yah😀
      okeh.. ditunggu aja yah🙂

      September 5, 2011 at 12:06 pm

  6. Syukurlah Kyuhyunnie oppa udah mulai baik sama Ssic unni.. Sumpah, sebel banget pas baca Kyu cuek dan dingin banget sama Ssic.. Pengen dijitak aja tuh si Kyu😀

    Menurutku FF nya bagus kok.. Feel dan penulisannya juga bagus! Aku suka mampir ke blog chingu karena chingu suka nulis Kyusica dan penulisannya baik serta feel-nya yang dapet..

    Daebakk! Buruan di publish kelanjutannya..🙂

    September 5, 2011 at 10:53 am

    • Jangan dijitak dong kyu-nya..
      itu suami author loh.. *dijitak massal

      geuraeyo?? *terharu*
      syukur deh kalo suka, soalnya author suka ngerasa penulisan-nya terlalu baku.
      terlalu suka baca novel yang terjemahan, akhirnya penulisan juga rada kaya gitu

      untuk lanjutan ditunggu aja yah🙂

      September 5, 2011 at 12:08 pm

  7. elgaalifqiah

    masih binggung dengan kyuhyun yang kayaknya bersikeras banget gak mau suka sama sica

    dilanjut yah thor hehe

    oh iya, kapan-kapan main ke blogku yah thor hehehe
    aku juga punya ff kyusica hehe #promosi

    September 5, 2011 at 12:18 pm

    • sippo ^^ ditunggu aja yah~~

      kalo ntar ada waktu saya mampir deh :))
      thx for reading~~

      September 8, 2011 at 1:13 pm

  8. Dhea ithuRachma

    Annyeong..^^
    rachma imnida..94lines..
    reader baru..ff.mu bagus banget..penasaran deh sm ABANGkyu..di part ini keliatan banget kalo nahan diri..trus juga kyu kyk nyembunyiin sesuatu gitu..aaaaahh!!! Very curious!! Lanjutannya cepetan ya..xD

    September 5, 2011 at 2:00 pm

    • annyeong rachma ^^
      makasih sudah mampir dan comment..
      untuk lanjutan ditunggu aja yah…
      hohoho~

      September 8, 2011 at 1:15 pm

  9. sebenernya dapet sih feelnya terus penulisannya bagus. baku gimana gitu. tapi kok kayaknya kamu kurang enjoy ya buatnya? apa perasaan saya aja? -___-a

    ok, lupakan. wah kyuji~ dirimu itu cuek cuek suka rupanya
    kyuji : apa sih lu?
    me: a-ani ._.

    balik ke cerita -___- asik~ kyuji sama tae halmoni sok sok misterius gimana gitu deh >_< kakek dan nenekku kompak. keke *pletuk
    dan juga bahasa kyuji ketinggian deh. mana cocok orang sepertinya ngomong kayak gitu? hih~
    kyuji: malah gue yg paling cocok tau buat ngomong macem gitu! dodo lu
    me: muncul bae lu, kek *tendang kyuji
    kyuji: eh berani lu sama gue?
    me: lu doang mah keci
    author : apadeh.. ribut aja di blog gue
    me: bukan salahku ya. salah kakekku *kabur

    ket:saya kabur yg benaran kabur(?) #abaikan

    September 5, 2011 at 2:54 pm

    • apa ffnya terkesan buru-buru gitu ya?
      kalo enjoy sih enjoy” aja :))

      sedih banget itu nasib kyuhyun saya..
      uda jadi harabeoji -,-

      September 8, 2011 at 1:18 pm

  10. Annyeong~ New Readers here ^^

    Lanjut FF nya~
    ga sabar pengen liat chap selanjutnya🙂

    September 5, 2011 at 4:01 pm

    • welcome kalo gitu ^^
      chap selanjutnya ditunggu ajo yoo~~

      September 8, 2011 at 1:19 pm

  11. chinguuuuuuuu… *tereak2*
    akhirnya update jugaa,,, seneng deh,, wahhh iman cowok manapun pasti runtuh kalo liat sica eonie ku,, apalagi skrg rambut ssic eonie lurus,, hehe
    ehmmm,, bnyak yg nganjel, apa “itu”? taeng eon apanya kyupa? trus napa kyupa takut jatuh cintrong ama eonieku?? curiga berat deh,, hmmm,, ditunggu sangat next part’a,, jgn lama2 yah,, ntar saya keburu lupa lage *plakkk

    ayo chinguuuuuu,, semangat bikkin ff’a….
    *kipas2in authornya

    September 5, 2011 at 4:20 pm

    • iya.. sica makin lama makin cantik aja
      dia mungkin tau saya uda mulai nguntitin taeyeon, makanya dandan lebih cantik (-,-)
      biar sayanya gabisa cari bias lain kayanya #ngaco

      hahaha *tebar duit*
      makasih uda ngipasin saya🙂

      September 8, 2011 at 1:22 pm

  12. hello!! aku reader baru..
    ffnya keren.. apalagi couplenya, keren abis..
    aku suka fanficnya..
    kenapa ya kyu berusaha buat gak suka sama sica?

    September 6, 2011 at 9:24 am

    • hellow juga ^^
      makasih yah sudah mampir dan comment
      selamat berasumsi yah lol~ *digeplak

      September 8, 2011 at 1:23 pm

  13. shafirfirfir

    bagus banget xDD
    kyuhyun pengen aku makan lama2 -_-

    September 12, 2011 at 10:04 am

    • jangan dimakan dong!
      ntar saya ama siapa? (-,-)

      September 12, 2011 at 12:16 pm

  14. itho_japanese@yahoo.com

    Cieeehh yg dinding pembatasnya uda mule rapuh hahahahaa.
    Oh kyu, chagaun kyu, just let yourself love her already…
    Lanjutannya segera ya chingu.

    September 13, 2011 at 3:59 pm

    • jisyaijkhjsy

      Aduh koq ketuker sih nama n emailnya. Mian kesalahan teknis. Babonya, gara2 onlen bukan dr kompi nih. Mian yah jd berasa nyampah >.<

      September 13, 2011 at 4:08 pm

  15. wahh kyu yang awalnya bilang ke sica buat gak jatuh cinta, malah dia sendiri yang jadi suka. ckck
    donghae gak muncul2 nih -_- penasaran nih chinguu
    taeyeon siapanya kyu?? bingung

    December 4, 2011 at 7:29 pm

  16. ruthsica

    keren !!!😀

    itu si kyu kenapa bilang tembok pertahanan? adain orang ketiga ya chingu,biar tambah seru😀

    tapi jangan hae,dia terlalu polos buat jadi pihak ketiga*ciumpelukhaeXD

    mianhae,aku kan reader bacot :D*bangga-_-

    December 25, 2011 at 1:19 pm

  17. next next ….
    penasarann ampe gha bisa berkata2 .. kekekk *d’tbokin authorr

    December 29, 2011 at 7:35 am

  18. Hiyaaaaaaaaaaaaa…..
    aq penasaran.. mau baca lanjutannya dulu ya…. hehehehhehe

    March 7, 2012 at 9:00 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s