sujushidaeforeternity!!

(YONGSEO/Oneshot) 마지막 행벅한 하루 ? (Yonghwa Ver)


Main cast :

Seo Ju HyunJung Yonghwa

SNSD CN Blue

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!

Yongseo Story Moment

Part II

 

Di suatu hari, muncullah seorang pria bernama Yong dan seorang gadis  bernama Hyun

Mereka memutuskan pergi ke suatu tempat

untuk merayakan hari ulang tahun mereka berdua.

Begitu banyak kekakuan yang menyelimuti mereka saat itu

mungkin karena ini pertama kalinya mereka bertemu kembali setelah tidak bertemu selama satu bulan

Tempat favorit Hyun adalah tempat pertama yang mereka putuskan untuk perjalanan mereka, yaitu

lahan Goguma yang telah dipersiapkan Yong

Mereka membuat kenangan yang sangat indah disana

Sama seperti hari-hari yang sebelumnya, Yong dan Hyun terus menghabiskan waktu mereka bersama-sama

Mereka selalu bersama-sama dengan penuh rasa bahagia dan kasih sayang

Dengan seperti itu, mereka pun hidup bahagia bersama selama-lamanya

 

 

~~ The End ~~

 

 

Tanpa sadar bibirku tertarik keatas membentuk sebuah senyuman yang lebar, sehingga memperlihatkan deretan gigiku yang rapat. Kututup sebuah buku bersampul hitam yang baru saja selesai kubaca dan meletakkannnya di meja tempat kubiasa membuat komposisi lagu, menimpa buku lainnya yang bersampul sama. Yang membedakan hanyalah angka I dan II yang berada di akhir kata pada judul buku itu. Yongseo Story Part II, buku yang dihadiahkannya padaku saat hari terakhir, hari terakhirku bersamanya sebagai pasangan.

Tidak hanya cerita, berbagai gambar yang mengingatkanku kembali akan semua hal yang telah kami lakukan bersama juga terpampang jelas disana.

Aku benar-benar berharap, semua cerita yang kau tulis itu akan menjadi nyata Hyun-aah. Aku menarik nafas dalam dan kembali menghembuskannya. Aku sadar merindukannya dengan amat sangat. Apakah kau merindukanku juga Hyun? Pikiran itu terus berputar di kepalaku.

Mataku terpaku menatap meja yang ada dihadapanku saat ini. Disini.. Disinilah tempatku dan Hyun membuat lagu banmal song bersama-sama. Senyuman manisnya, matanya yang bersinar, suara tawanya.. Aku masih bisa mengingatnya dengan jelas sampai saat ini. Aku menatap bimbang ponsel yang ada ditanganku, haruskah aku menghubunginya? Mengatakan bahwa aku merindukannya? Bicara apa aku!

Tenggorokanku yang kering meamaksaku melangkah ke dapur. Kubuka kulkasku dan meneguk sebotol air yang ada disana hingga habis setengahnya. Mataku yang sedari tadi menjelajahi isi kulkas mulai berhenti menatap sesuatu yang ada disana, sekotak kimchi yang dua hari lalu dikirimkan oleh ibuku dari Busan.

Pikiranku melayang jauh mengingat kekacauan yang Hyun dan aku lakukan saat membuat kimchi. Cih~ Gadis itu memang payah dalam urusan dapur! Tapi wajahnya yang serius dan terkadang terlihat bingung saat memasak, justru itulah yang menggambarkan kecantikannya, menurutku. Aku sangat suka melihatnya seperti itu. Disaat dia memasak, aku akan mengambil posisi disofa seraya memandanginya dari belakang. Aku sangat merindukan saat-saat itu.

Aku mengedarkan pandanganku kearah ruang tengah dan langsung meraih sebuah boneka anjing coklat, yang sedang berbaring disofa. Boneka ini adalah boneka yang kami beli di hari terakhir. Untukku boneka anjing, sedangkan untuk Hyun boneka beruang besar yang aku rasa cukup mahal harganya. Aku tertawa kecil mengingatnya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa aku telah mengubah Seohyun, mengubahnya menjadi orang yang jauh lebih baik dalam mengekspresikan sesuatu. Mendengar hal itu cukup membuatku besar kepala mungkin. Namun bukan hanya Seohyun yang mengalami banyak perubahan, aku juga mengalami banyak perubahan dan para member CN Blue yang lain pun berpendapat yang sama denganku. Mereka bilang bahwa aku menjadi orang yang terbuka dan ceria dari sebelumnya. Aku sama sekali tidak menyangkalnya.

Syal merah muda, yang ia rajut untukku. benar-benar membuatku menjadi orang yang paling bahagia di dunia saat itu juga. Syal itu akan menjadi syal terbaik dan yang terbagus yang pernah kupunya. Tapi, dengan bodohnya aku menghilangkannya, membuatku merutuki diriku sendiri setiap mengingat kejadian bodoh ini.

Kubaringkan tubuhku diatas sofa dengan boneka tersebut sebagai alas kepalaku. Pandanganku menarawang ke langit-langit ruangan. Di dorm ini sendiri begitu banyak kenangan indah yang kami buat bersama. Dimulai dari alasan berkunjung dengan kimchi beracun yang kami buat, sampai pada terakhir kalinya ia datang kesini untuk membuat lagu, lagu kami.

Kupandang cincin yang sedang melingkar dengan indah di salah satu jariku. Aku kembali tersenyum memandangnya. Hyun! Aku rasa aku sudah jatuh terlalu dalam. Kerinduan ini membuatku merasa sesak Seakan kau adalah oksigen yang selama beberapa bulan yang lalu membantuku untuk bernafas. Yong Choding yang selama ini kau kenal entahlah.. Aku tidak melihat dirinya beberapa minggu ini. Kupejamkan kedua mataku dengan pikiran yang terus menerawang jauh kebelakang.

Kesal, sedih, kecewa.. Semuanya bercampur aduk menjadi satu saat aku menerima mission card dari salah seorang staff WGM. Misi terakhir tertera dengan sangat jelas disana, membuat otakku tak dapat berfungsi dengan baik detik itu juga. Hal yang dapat kulakukan saat itu hanya mengulang kata-kata iti, kata yang sama, Misi Terakhir. Memberikan hari terindah untuk yang terakhir kalinya? Entahlah..

Namun satu hal yang kuyakini. Di misi terakhir nanti, Aku akan melakukan apapun. Apapun yang membuatnya senang, apapun yang membuatnya tertawa lepas, aku akan melakukannya. Dan aku juga akan melakukan segala hal yang sama sekali belum pernah kulakukan sebelumnya kepada wanita manapun. Aku hanya ingin dia yang menjadi yang pertama bagiku dan.. bolehkah aku juga berharap untuk yang terakhir bagiku?

Dihari terakhir ini aku harus bisa menjadi sosok pria, benar-benar pria yang sesungguhnya dimata Seohyun. Setelah mendapat misson card itu, aku langsung kembali mengikuti tes mobil untuk mendapatkan SIM dan aku berhasil. Aku berhasil membawanya berkeliling, mengulang pertemuan pertama kami dengan mobilku sendiri. Aku terus tersenyum sepanjang hari itu. Seperti yang kukatakan, aku akan melakukan apapun untuk Hyun di misi terakhir itu. Aku memberikannya cokelat putih berbentuk hati di hari Valentine, hari sebelum dimana aku dan Hyun mengulang pertemuan pertama kami.

Di hari saat mengulang pertemuan awal kami, ada satu hal yang benar-benar ingin aku tanyakan padanya. Di awal pertemuan kami, ia pernah menanyakan hal yang sama padaku, yaitu

 

Apa perbedaan antara suka dan cinta?

Wajahnya tampak berpikir sejenak, tampak ragu dan pada akhirnya ia menjawab pertanyaanku dengan singkat.

 

Suka, memiliki perasaan nyaman terhadap seseorang. sedangkan cinta itu memiliki perasaan yang jauh lebih dalam daripada hanya sekedar suka.

 

 Aku tersenyum mendengar jawabannya saat itu. Aku dapat merasakan bahwa akhirnya dia mengerti apa yang membedakan keduanya. Sebelumnya dia bahkan benar-benar tidak dapat membedakannya. Namun sekarang aku yakin bahwa ia telah mengerti apa yang membedakan keduanya, meskipun penjelasannya tidak begitu kompleks. Dan ternyata perasaanku itu benar! saat aku menonton ulang tayangan hari terakhir kami, Ia mampu menjelaskan keduanya dengan sebuah perumpamaan yang indah.

Saat kembali menjalani dan mengulang hari pertama pertemuan kami, aku kembali mengingat hal-hal yang terjadi pada waktu itu. Semuanya bahkan seperti baru saja terjadi kemarin. Memberku yang lain bahkan membantuku dan Seohyun membuat semuanya terlihat kembali nyata pada saat di studio. Mereka membawakan tart Goguma dan menyanyikan beberapa lagu untuk kami. Seohyun terlihat sangat terharu atas semuanya.

Saat-saat di studio bersamanya juga merupakan salah satu kenangan yang sangat indah bagiku. Aku sempat kecewa saat ia mengatakan bahwa ia tidak pernah melatih kemampuan gitarnya dengan gitar yang kuhadiahkan padanya. Namun semua kekecewaan itu hilang seketika aku mendengar permainan gitarnya.

Tidak hanya permainan gitarnya, lirik banmal song yang diubah Seohyun, yang ditujukan padaku pun benar-benar membuatku tidak bisa berhenti mengembangkan senyumanku padanya. Hal ini mengingatkanku kembali dihari saat ia menyanyikan lagu ‘Sarang Bit’ sebagai hadiah untukku. Telinganya yang memerah saat itu semakin membuatnya terlihat begitu menggemaskan!

Aku memang cukup memberikan banyak kejutan dan hadiah padanya saat itu. Dimulai dari cokelat valentine, boneka, sebuket bunga, dan gitar merah mudah yang langsung menarik perhatiannya disaat aku mengajaknya untuk membeli gitar. Namun aku merasa bahwa itu semua tidak sebanding dengan hal yang begitu mengejutkanku, yang diberikannya padaku di hari itu. Gadis seperti Seohyun, melakukan semua ini hanya untukku? Bukankah ini adalah hal yang luar biasa? Ia begitu banyak memberikan hal yang berarti selama bersamaku. Tidak hanya pada saat hari terakhir itu, tetapi di setiap saat aku bersamanya.

Aku masih mengingat dengan jelas langkahnya yang begitu ragu untuk pergi saat tiba di depan pintu dormnya. Aku tahu, sekali ia melangkah maka semuanya benar-benar telah berakhir. Aku sangat berharap ia tidak akan pernah berbalik, berjalan memunggungiku pada saat itu. Aku tidak ingin semuanya berakhir.

Disetiap langkahnya, tidak henti-hentinya dia menoleh kearahku, membuatku ingin memeluknya seerat mungkin. ‘Aku benar-benar berterima kasih untuk semuanya’  ucapnya yang sontak membuatku benar-benar merasakan perisahan disini. Dia menoleh menatapku dengan tatapan yang tidak mudah untuk kuartikan kemudian berkata dari balik pintu kaca yang membatasi kami saat ini, Aku benar-benar tidak bisa pergi melangkah saat ini . Ingin aku menahan kepergiannya saat itu, tapi aku hanya mampu membalas dengan kata-kata Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja .

 

Sedetik kemudian aku melihat Seohyun berbalik dan melangkah menuju tempatku berdiri sekarang. Dia mencoba tersenyum sebaik mungkin menyambutku kembali meskipun aku tahu ia merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat itu. Aku melihatnya menatapku dengan tatapan yang sendu dan dalam, membuat keinginanku untuk memeluknya semakin kuat.

Kurengku tubuhnya tanpa peduli apa responnya nanti. Aku dapat merasakan jantungku berhenti berdetak saat dia mulai langsung membalasnya. Meskipun itu berlangsung singkat, tapi itu benar-benar membuatku bahagia. Setelah pelukan singkat itu punm Seohyun kembali melangkah memunggungiku seraya sesekali menoleh untuk menatapku kembali, sedangkan aku? Hanya bisa menatap kepergiannya nanar seraya melambai-lambaikan tanganku, mencoba untuk terlihat tegar.

Seohyun yang terlihat begitu tegar saat itu membuat shock saat melihat tayangan ulang episode itu. Ia menangis.. Ia menangis dan itu membuatku merasakan kepedihan yang sama.

******

Kuregangkan otot-ototku setelah sadar dari dunia mimpiku. Kulirik jam dinding yang tergantung pas di dinding ruang tengah. Langit tampak sudah gelap, memancarkan sinar rembulan yang indah. Pandanganku langsung beralih saat mendengar keributan dari arah dapur.

“Ya! Apa yang sedang kalian lakukan?” tanyaku heran saat melihat Minhyuk dan Jonghyun sedang mengobrak-abrik isi lemari dapur.

“Hyung! Apa tidak ada makanan selain kimchi disini?” tanya Minhyuk frustasi yang diiringi dengan helaan nafas frustasi milik Jonghyun.

Aku mengangkat kedua bahuku cepat, “Seperti yang kau lihat.”

Sesaat kemudian aku mendengar suara dari arah pintu masuk. Dengan cepat Minhyuk dan Jonghyun berlari kearah pintu masuk Tidak lama kemudian aku mendengar keributan dari sana. Kusandarkan diriku pada sandaran sofa, menunggu untuk melihat dalang dari sumber keributan itu

“Hyung Ayo makan! Aku sudah beli ttokbokki di tempat biasa.” seru Jungshin santai sambil menyerahkan bungkusan hitam yang ada ditangannya pada Minhyuk dan Jonghyun. Aku pelan menggeleng untuk membalas ajakannya. Aku sedang tidak berselera makan untuk saat ini.

“Kalian saja. Aku ingin langsung tidur.” ujarku seraya berlalu meninggalkan mereka yang mungkin penuh dengan tanda tanya saat ini.

 

~~@@~~

Aku mendelik melihat ketiga pria yang ada disampingku ini. Tawa mereka yang membahana benar-benar memekakkan telingaku saat ini. Kulempar wajah salah seorang dari mereka dengan boneka anjing yang sedang kupegang. Jungshin berhasil menangkis lemparanku dan kembali melanjutkan aksi tawanya.

“Ya hyung! Kau menggelikan sekali disitu.” ujar Minhyuk yang terkekeh, sedangkan Jonghyun tidak sanggup berkata-kata karena memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat dari tawanya yang berlebihan. Apa sebegitu menggelikannya kah?

Kupandang kearah TV kami yang sedang menayangkan acara Strong Heart, tepatnya yang sedang menayangkan aksi kekonyolanku disana. Aku tahu cepat atau lambat, syutingku kemarin di Strong Heart akan ditayangkan secepat ini.

“SEOHYUN-AAH! SARANGHANDA! SEOHYUN-AHH SARANGHAE!”

Itulah kata-kata yang sedang kuteriakkan dari TV itu, membuat wajahku menampakkan semburat warna merah di kedua pipiku. “Aigo hyung~ Wajahmu memerah!” ledek Jungshin yang membuat tawa mereka bertiga semakin lebih nyaring dari sebelumnya.

Pada awalnya aku hanya disuruh meneriakkan nama artis lain yang ada disana dengan kata-kata seperti itu, namun aku tidak mau,. Aku takut aku akan menyakiti perasaan Seohyun. Lagipula, aku benar-benar ingin meneriakkan kata-kata ini untuknya. Jadi aku lebih memilih untuk menyebutkan namanya, Seohyun.

Aku kembali menarik nafasku dalam seraya menahan senyumku, membayangkan kira-kira apa yang sedang dilakukan Seohyun saat ini? Apa dia menonton acara ini juga saat ini? Tawa kecil pun keluar dari bibirku membayangkan ekspresinya saat melihat Yong Choding-nya beraksi seperti ini.

“Hyung! Ada apa denganmu? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” tanya mereka bertiga tiba-tiba sudah berada tepat di depan wajahku.

“Mwoya?!” Kudorong tubuh mereka dari hadapanku dan berjalan cepat menuju kamarku. Sesampainnya disana, kuhempaskan tubuhku dikasurku dan mengambil ponsel dari saku kananku. Aku sudah tidak peduli lagi. Tidak mungkin aku terus berharap agar Seohyun yang menghubungiku duluan. Setelah mengingirimkan sebuah pesan untuknya, kuraih gitar coklatku dan memetik senarnya membentuk alunan nada yang indah.

 Drrttt.. drrrttt… Aku merasakan getaran ddan langsung meraih ponselku dengan cepat. Senyuman lebarpun langsung menghiasi wajahku saat ini. Aku sangat merindukan saat-saat bersamamu Hyun.

12 April 2011

From : Hyun~

Apa yang kau maksud adalah Strong Heart?

Yong Choding akan tetap menjadi seorang Yong Choding!

Menggelikan..

 

Asalkan aku dapat tetap terus bersamamu, berada disampingmu.. Aku rela menjadi Yong Choding seumur hidupku. Aku kembali mengetikkan sebuah pesan singkat dengan senyuman yang kembali menghiasi wajahku.

12 April 2011

To : Hyun~

Yong Choding akan tetap menjadi seorang Yong Choding!

sama seperti Hyun yang akan tetap menjadi milik Yong Choding!

마지막 행벅한 하루 ? (Hari terakhir yang bahagia?)

Aku kembali membuat alunan nada-nada indah dari petikan senarku. Terakhir? Aku menghela nafasku panjang dengan keyakinan tidak ada kata terakhir untuk saat ini. Aku baru saja memulainya. Baru saja memulainya!

Kalaupun ada kata terakhir, aku harap hanya ada untuk mengatakan…

Biarlah ia yang menjadi terakhir bagiku, dan aku yang terakhir baginya.

 

 

~~ The End ~~

 

Author balik lagi dengan FF YONGSEO ~ ^^ ~

FF ini sebenarnya uda lama  banget jadi, tapi baru sempat postnya sekarang

Kali ini saya bikin yang Yonghwa Ver.nya

Untuk Seohyun Ver. bisa baca disini

Please leave your comments if you read this fanfics!

and bashing’s not allowed in here!!

~ Kamsahamnida ~

Ohya, FF Kyusicanya menyusul yah ^

P.S : the poster’s not mine

7 responses

  1. Na

    Bagus banget ff nya…
    ngingetin aku sama momen” Yongseo di wgm lagi,berharap mereka real

    August 28, 2011 at 3:33 pm

    • let’s hope for it :))

      September 3, 2011 at 2:25 pm

  2. noph

    Terharu baca ffnya,,berasa kaya nyata bgt..
    Kangen yongseo😥 chingu bikin lagi yaa ff yongseo😀

    September 19, 2011 at 7:09 pm

    • kalo lagi ada ide pasti di bikin dah🙂
      saya juga kangen banget ama coupe yg satu ii~~

      September 22, 2011 at 2:44 am

  3. sari indah oktanti

    huhuhu..,jd inget yongseo..
    aq bharap couple ini pacaran in real life..daebak chngu!fighting!🙂

    October 16, 2011 at 7:29 am

  4. Sam Hee Gi

    thor hiks..hiks
    sedih nih pengen liat mereka bareng lagi >.<
    lanjut buat ff yongseo couplenya thor !!
    sebagai obat pengganti kebersamaan mereka *bahasanya #plak *abaikan
    Hwaiting🙂

    December 13, 2011 at 1:44 pm

  5. elfishae

    kyaa,suka sm ff nya,kangen bgt sm yongseo couple🙂 kl bisa bikin lg ff yongseo ya hehe^^

    December 25, 2011 at 4:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s