sujushidaeforeternity!!

(Oneshot) Thank You For Loving me

Main casts:

Kim Taeyeon – Leeteuk

Another casts:

Im Yoona – Jessica Jung

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!

Kicauan burung-burung jelas terdengar dan  hamparan biru langit begitu cerah menyambut musim semi tahun ini. Dedaunan tampak menari-nari gembira karena hembusan angin yang menghampiri mereka. Sungguh pemandangan yang sangat mengagumkan bagi siapa pun yang melihatnya.

Aku melangkah masuk ke taman kota yang ada ditengah-tengah kota Seoul. Semua orang pasti akan menghabiskan waktu mereka bermain di taman ini saat ini, termasuk ‘dia’. Aku bisa melihat dengan sangat jelas tawa bahagia setiap orang setiap menyambut musim ini, baik mereka yang datang dengan keluarga mereka, kekasih, sahabat, maupun sekedar teman mereka saja. Semuanya tampak menunjukkan senyum terbaik mereka di hari pertama pada musim ini, tetapi tidak dengan dia. Ia mungkin memang tersenyum, tetapi dari sorot dan tatapan matanya itu aku tahu bahwa hati kecilnya berkata lain.

Kusandarkan tubuhku dengan perlahan pada kursi kosong yang berseberangan dengan tempat duduknya. Seorang pria tampak sedang duduk termenung menatap setiap lembar sketsa lukisannya. Pria tersebut mengenakan sweater hangat berwarna cokelat pudar dan poninya yang tertata sangat rapi dikedepankannya, membuatnya terlihat lebih manis. Sesekali Aku tersenyum kecil saat melihat pandangannya tertuju padaku. Aku berharap selama dua tahun ini ia sadar bahwa ada seseorang. Seseorang yang selalu menatapnya, memperhatikannya, mencintainya, dan merindukan kedatangannya.

******

Aku mengembangkan payung putihku kemudian berjalan menyusuri jalanan yang baru saja dilalui oleh pria tersebut. Aku rasa aku sudah seperti stalker, selalu mengikuti langkahnya kemanapun ia pergi. Baiklah, itu sungguh berlebihan. Aku tidak separah itu. Pria itu tampak memasuki sebuah Toko kue bernuansa klasik dan bangunannya didominasi dengan warna  cokelat dan beberapa paduan dengan warna gelap lainnya. Datang kesini mungkin seperti rutinitasnya setiap minggu.

Aku sana sekali tak berniat masuk kedalam sana. Jadi, kuputuskan untuk menunggunya di seberang jalan Toko kue tersebut. Meskipun begitu aku masih bisa melihatnya, bagian depan toko tersebut terbuatdari kaca. Sepertinya ia sedang memilih kue. aku yakin benar kue apa yang akan dia beli saat ini. 15 menit berlalu dan iapun tampak sudah keluar dari toko tersebut dengan sebuah bungkusan berwarna putih, warna yang sama dengan mini dress yang kukenakan saat ini. aku tersenyum kecil melihatnya.

ia berjalan semakin menjauhiku, sedangkan aku berusaha berjalan dibelakangnya tentu dengan jarak yang mungkin sedikit jauh darinya. Sebuah mobil mewah berwarna hitam tampak menepikan mobilnya didekatnya membuatnya sedikit kaget. Tidak lama kemudian pintu tersebut terbuka dan aku dapat melihat dengan jelas siapa orang itu.

“Leeteuk oppa! lama tidak berjumpa!”. Seorang gadis cantik dan tinggi tampak berdiri disana kemudian memeluk Pria yang bernama Leeteuk itu dengan erat. Ia tersenyum lembut dan menepuk pelan punggung gadis itu.

“apa kabar?” tanyanya ramah.

“baik. oppa sendiri bagaimana?” Gadis itu memandanginya dari atas ke bawah seperti sedang menilai penampilannya saat ini.

“kau tenang saja Yoona! aku baik-baik saja.”

“oppa ingin menemui eonni hari ini?”

Ia  kembali tersenyum dan mengangguk pelan. Senyuman itu adalah senyuman yang bisa membuat hatiku bergetar dan berdesir lembut. Sesaat kemudian gadis tersebut mengernyitkan dahinya menatapku, tidak lama kemudian segurat senyuman manis muncul dari bibir tipisnya. Aku tersenyum kecil kerahnya dan membalikkan badanku, sehingga aku sedang dalam posisi memunggungi mereka saat ini.

******

Langkah pria yang sama kini terhenti di depan sebuah toko bunga. Toko bunga yang mungkin sudah ia ketahui betul pemiliknya itu siapa. Toko ini di bangun sedikit terbuka, jadi kau akan langsung dapat melihat keindahan dari berbagai jenis bunga yang ada di dalam toko tersebut dari luar. Jadi kuputuskan untuk mengintipnya dari luar saja.

Seorang gadis pirang tampak sedang tertidur di dalam sana. Wajah gadis tersebut benar-benar sangat lucu. Setiap aku mengikuti Leeteuk kesini, ia pasti sedang tertidur. Aku bingung, karena meskipun begitu kantung mata dan lingkaran matanya dapat terlihat dengan sangat jelas.

Ia berjalan menghampiri gadis pirang tersebut, “sica-ya! Ihreona!” ujarnya seraya mengguncang pelan tubuh gadis itu. Setelah menempuh  waktu selama hampir setengah jam, Ia pun berhasil membangunkannya. benar-benar menggelikan!

“kau lagi? aissh..” ia pun segera beranjak dari duduknya.

“mianhae mengganggutidurmu.”

“bukannya memang itu kerjaan oppa setiap satu minggu sekali?” cibirnya.

“tenang saja. minggu depan aku tidak akan mengganggumu lagi.”

“Jinjjayo?” mata gadis itu membulat saat mendengar kata-kata yang baru saja diucapkannya. Hal itu mungkin membuatnya gemas, sehingga memaksanya untuk mencubit kedua pipi gadis itu.

Ia menggangguk pelan, “karena mulai sekarang aku akan satu bulan sekali kesini.”

“sama saja” ujar gadis itu seraya memberikan sebuket bunga lili putih yang baru saja selesai ditatanya dengan begitu indah.

Pria itu mengambil buket bunga tersebut seraya tersenyum,”gomawo.”

“arasseo. Sekarang pergilah! aku ingin tidur.” gadis itu kembali ke tempat duduknya, mungkin untuk kembali melanjutkan tidurnya

*****

Aku memperbaiki posisi dudukku saat ini dengan sebaik-baiknya. Payungku yang sudah tergulung rapi kuletakkan dibawah kursiku. tidak lama kemudian pintu bis yang kunaiki pun terbuka dan aku dapat melihatnya disana. aku melirik ke belakang dan depanku. Kini hanya kursi yang ada disebelahku yang masih kosong. aku memandangnya yang sedang berjalan kearahku. Ia menatapku sekilas dan tersenyum kecut kemudian duduk disampingku. Dengan jarak yang begini dekat dapat membuatku lebih mudah dan leluasa memandangi wajahnya.

Ia menyandarkan tubuhnya untuk memperoleh posisi senyaman mungkin. Diletakkan sebuah bungkusan putih yang aku tahu betul apa isi di dalamnya dan sebuket bunga lili putih diatas pangkuannya. Dipakainya sebuah headset putih seraya memejamkan matanya, membawanya ke alam mimpi.

Aku tersenyum kecil melihat dirinya yang ada disampingku saat ini, sehingga membuatku kembali mengingat saat-saat pertama kali aku bertemu dengan dirinya. Saat ini aku dan dia begitu dekat, tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Sekedar menyapa saja pun aku tak sanggup. Setetes bulir-bulir bening mengalir dipipinya yang putih. Hatiku terasa sangat sakit melihatnya.

******

Langkahku kembali mengikuti langkah pria yang sama dengan payungku yang sudah kembali mengembang. Dari jarak yang menurutku cukup jauh, aku bisa melihat kakinya melangkah begitu berat menyusuri jalan setapak yang biasa dilaluinya.

Kusandarkan diriku pada sebuah pohon saat melihat langkahnya sudah terhenti di tempat tujuannya. Ia menatap nanar pada sebuah gundukan yang ada di hadapannya saat ini. Diletakkannya sebuket bunga lili yang dibawanya keatas gundukan tersebut, beserta dengan bungkusan putih itu. Aku hanya bisa menatapnya miris saat dia berlutut di hadapan gundukan tersebut.

“Annyeong… bagaimana kabarmu Taeyeon-ahh? aku  baik-baik saja disini. aku datang kesini seperti biasa, membawakanmu bunga lili dan cake blue berry kesukaanmu. Kautahu.. Aku pergi menaiki bis kota dan duduk di kursi biasa tempat kita duduk dulu. Aku sengaja membiarkan kursi disebelahku kosong. aku.. ” Ia tercekat tak mampu meneruskan kata-katanya lagi. Aku hanya bisa mendengar isakan tangisnya saat ini. aku berjalan menghampirinya seraya meletakkan payung putihku disampingku dan menggenggam erat tangannya.

“Taeyeon-ahh, Hari ini adalah hari pertama musim semi. Apakah kau ingat seberapa berartinya hari ini bagi kita? Ya.. Hari ini adalah hari yang sangat berarti. Hari dimana waktu pertama kali aku bertemu denganmu. Hari dimana saat pertama kali kau memandangku dan berbicara padaku. Hari dimana saat aku mengungkapkan perasaanku dan kau menerimanya. Hari dimana saat aku melamarmu dan kau menerimanya.” Leeteuk kembali terisak.

“aku mengingatnya oppa. dengan sangat jelas.” gumamku seraya mengamit lengannya dan menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Aku tahu.. meskipun aku tidak dapat melihatmu, tapi aku dapat merasakan kalau kau selalu ada disampingku, selalu ada menemaniku, dan selalu ada menjagaku. Benarkan? Terima kasih Teayeon-ahh. Saranghaeyo.. kau harus tahu bahwa aku akan mencintaimu selamanya.”

Aku membelai lembut pipinya untuk menghapus bulir-bulir airmatanya yang telah jatuh. Bukankah kau pernah berjanji untuk akan terus bahagia meskipun harus hidup tanpaku? Penuhi janji itu oppa. kau berhak menemui kebahagiaanmu yang lain. Aku sangat sedih kalau melihatmu seperti ini.

“appa!” teriakan seorang anak kecil membuatku menoleh melihat kearahnya, begitu juga dengan Leeteuk oppa. anak kecil itu berlari memeluk Leeteuk oppa yang berada disampingku dengan hangat. Kyungsan… kau sudah sebesar ini huh? Aku bangkit dari dudukku sesaat melihat adikku Yoona dan Ibuku jalan mendekat.

“Kyungsan-ahh! beri salam pada eomma!” ujar Leeteuk oppa seraya menggendong Kyungsan hangat..

Kyungsan menoleh ke arahku dan tersenyum menatapku. Aku membalas senyumannya yang tulus dan mengecup pipinya pelan. Ia kembali hanya tersenyum menatapku.

“Kyungsan-ahh.ayo beri salam pada eomma.” ujar Leeteuk oppa  lembut.

“Percayalah padaku! Ia sudah melakukannya oppa.” ujar Yoona seraya menatapku lembut, tidak lama kemudian airmatanya pun menetes.

Aku menengadah untuk menatap langit senja. Matahari sudah mulai terbenam, hanya sebagian dari dirinya yang tampak saat ini.

“Taeyeon eonni tidak akan senang jika melihatmu berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini. Sudah 2 tahun semenjak kepergian eonni, oppa terus seperti ini. bukankah oppa pernah berjanji pada eonni untuk akan terus bahagia meskipun hidup tanpanya?”

Aku ingat betul dengan janji itu. Janji yang diucapkannya tepat beberapa menit sebelum aku melakukan operasi akibat dari kanker otak yang kuderita. Meskipun saat itu ia mengucapkannya terpaksa, setidaknya ia telah berjanji. Kau sudah berjanji oppa.

Leeteuk oppa terdiam sejenak dan tersenyum sebaik mungkin, “kau benar Yoona. Ia pasti akan sedih kalau melihatku seperti ini.”

Ia mengalihkan pandangannya dari Yoona dan kembali menatap tempat peristirahatan terakhirku. “Mulai saat ini aku sudah merelakan kepergianmu Taeyeon-ahh dan aku jamin bahwa aku akan hidup dengan bahagia.” gumamnya pelan, tapi aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas, sehingga membuat bibirku tertarik keatas membentuk segurat senyuman.

Ia dan yang lainnya melangkah semakin menjauhiku. Sekilas aku dapat melihat Leeteuk oppa menoleh lagi dan tersenyum.. senyumnya telah kembali seperti dulu. Kini bayangannya  sudah menghilang dari jangkauan pandanganku..

Berbahagialah oppa! Aku akan selalu bahagia kalau kau juga bahagia. Meskipun aku tidak bisa lagi disampingmu aku akan terus melihat dan menjagamu dari atas sana.

Terima kasih karena telah hadir dalam hidupku

Terima kasih karena telah mengisi hari-hariku

Terima kasih atas semua semangat hidupyang kau ajarkan padaku

Terima kasih atas kesetiaanmu yang luar biasa mendampingiku

Terima kasih atas kesabaranmu dalam merawatku yang sakit

Terima kasih atas cintamu yang tidak habis-habisnya kau berikan padaku

Terima kasih telah membuatku sempat merasakan memiliki sebuah keluarga kecil

Terima kasih atas semuanya..

Terima kasih untuk memilihku menjadi cintamu..

Saranghaeyo….


Epilog

5 years ago..

Langit tampak mendung karena gumapalan awan-awan hitam diatas sana. aku menengadah menatap langit saat tetesan air hujan mengenai puncak kepalaku. Aku bangkit dari dudukku dan berjalan menyusuri setiap jalan setapak yang ada di hadapanku sampai langkahku akhirnya terhenti pada sebuah telepon umum yang tidak terlalu jauh dari tempatku  tadi duduk. aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin hari pertama musim semi disambut dengan turunnya hujan.

Aku melangkah memasuki telepon umum box tersebut. Baru saja beberapa  langkah aku merasakan seseorang mendesakku masuk ke dalam.

“ya!” bentakku dan menoleh kearahnya.

Seorang pria dengan sweater berwarna biru gelap berdiri seraya mengacak rambutnya yang basah dengan tangan kanannya, sedangkan tangan yang satunya lagi sedang memegang kertas gambar.

“mianhae.. diluar sana sangat dingin. tidak apakan aku disini?” ujarnya seraya tersenyum lebar sehingga menunjukkan deretan giginya yang rapat. Sebuah senyuman yang cukup membuatku terhenyak untuk sejenak. Tatapannya yang begitu memohon membuatku mengangguk pelan.

Aku menoleh memandangnya yang cukup lebih tinggi dariku. Pandangan pria ini sedang tertuju pada pemandangan yag ada dihadapan kami saat ini. Taman yang tadinya ramai seketika menjadi sepi karena guyuran hujan yang datang secara tiba-tiba.

Ia menoleh dan menatapku seraya tersenyum. aku mengalihkan pandanganku darinya. Detak jantungku benar-benar tidak normal saat ini.

“oppa!” terdengar suara ketukan pintu dari arah pintu. tampak seorang gadis pirang sedang berdiri disana dengan payung merah muda yang dikenakannya. Aku dapat melihatnya karena dinding maupun pintu dari box telepon umum ini terbuat dari kaca. Pria yang ada disampingku pun membuka pintu tersebut.

“apa aku datang terlalu lama?” seru gadis itu.

“gwaenchana” ujarnya seraya tersenyum.

“sepertinya hujan ini berhenti dalam waktu yang cukup lama.” ujarnya yang tidak kuketahui ditujukan kepada siapa, aku atau dirinya sendiri.

Ia mengambil sebuah payung berwarna putih yang ada ditangan gadis pirang tersebut dan memberikannya padaku “kau pakai saja ini. kau bisa mengembalikannya kapan saja” ujarnya lembut.

Gadis pirang tersebut menatapku dan.kemudian tersenyum, “kau boleh memilikinya jika kau mau.”

aku hanya menatap keduanya heran dan membungkukkan badanku, “kamsahamnida.”

Pria itu kini sudah berdiri disamping gadis pirang tersebut di bawah sebuah payung merah muda dan berlalu begitu saja dari hadapanku…

Keberuntunganlah yang telah membawaku bertemu dengannya.

~~END~~

Saya juga gak tahu lagi kepikiran apa tiba-tiba bikin ff kaya begini

mana kararkter leeteuknya gak pas banget lagi.. hadeuh..

Readers! ditunggu kritik dan sarannya yah..

9 responses

  1. naui umma😦 ah pantesan itu kenapa appa nya kayak yg bego /plak masa ngga sadar ada umma?O.o baru engeh plus narik napas panjang waktu appa ke pemakaman. fyi, great fanfics! XP

    March 21, 2011 at 12:08 pm

    • haha naui umma?
      sedih amat teuk dkatain begop,,
      btw, thx yah uda mampir n commentnya ^^

      March 23, 2011 at 6:29 am

      • maksudnya merujuk ke yang ngga sadar ada Tae hahahaha.
        iya sama-sama🙂

        March 23, 2011 at 1:21 pm

  2. huah.
    Bru nyadar klu yg ngikutin teuk tuh si taeng,pas yg uda d kuburan, mana pake dress putih lg.

    Tp aku kok gak ngerti ya eon bgian epilogny?
    -,-

    May 12, 2011 at 11:00 pm

    • iya.. taengnya udah metong (-,-)
      kmu kurang ngerti epilognya?
      emang sih cuma org yg imannya kuat aja yg ‘rada’ ngerti kkk~

      May 18, 2011 at 2:49 pm

  3. Keren eonni xD kirain Taeng-nya msh hidup gataunya……….____. hehe._.
    Aku jg gangerti di bagian epilognyaTT__TT

    Tapi bagus, eonn~~ tetep semangat bikin ff yah^^ hwaiting~~ :p

    September 9, 2011 at 3:57 pm

    • thankyuuu🙂
      epilognya itu tentang pertemuan pertamanya teuki ama taeyeon~~

      September 12, 2011 at 12:14 pm

  4. an.wook

    ceritanya sedih niih T.T
    tpi ffnya tetep keren chingu !

    November 7, 2011 at 7:39 am

  5. ff nya sedih nih….
    tapi keren ko,malah keren banget!

    January 2, 2012 at 10:12 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s