sujushidaeforeternity!!

Unconscious Love

ini pertama kalinya saya bikin FF untuk orang lain

dengan Jo Kyuhyun lagi *hadeuh*

tapi untuk >> Hotma Febrina Nababan tak apolah

yang kebetulan beberapa hari yang lalu ultah

anggap ini kado dari saya yah ^^

PLEASE DONT BE A SILENT READER!!

Main Casts :

 

Song Hye Won – Jo Kyuhyun

 

Another Casts :

 

Choi Siwon

 

Hari tidak terasa begitu cepat berlalu. hawa-hawa dingin semakin terasa menusuk. dalam beberapa minggu lagi musim gugur akan berganti menjadi musim dingin. Dedaunan kering yang jatuh menutupi jalan tidak akan ada lagi sebentar lagi karena digantikan oleh salju.

Kurapatkan jaketku untuk membuat tubuhku semakin hangat. aku berjalan menyusuri jalan yang sunyi di dalam kegelapan malam. sudah hampir 10 kali aku berjalan dan sepertinya melewati jalan yang sama. kakiku terasa lemas sekali. kuhentikan langkahku di depan sebuah halte kemudian kusandarkan diriku pada kursi kosong yang ada disana. kurogoh saku jaketku untuk mengambil ponselku yang sudah mati, tidak bisa hidup sama sekali. aku mendesah pasrah meratapi nasibku saat ini. tersesat disuatu tempat yang sepi, tidak ada uang sepenser pun, tidak ada satu orang pun yang ditemui, dan tidak bisa menghubungi siapapun di malam yang begitu menyeramkan ini.

Tanpa kusadari airmataku sudah menetes membentuk sungai kecil dipipiku. isakan kecilku semakin menjadi-jadi. Dengan kepalaku yang menunduk, kupeluk kedua kututku yang ketekukan dan kuletakkan diatas kursi. aku takut. aku takut sekali. aku ingin pulang sekarang.

sesaat kemudian aku merasakan seseorang membelai rambutku lembut. sekujur tubuhku seketika  terasa hangat. aku menengadah melihatnya. wajahnya tampak sangat cemas dengan tatapannya yang lembut. dengan sigap aku bangkit dari dudukku dan memeluknya erat.

“Kyuhyun-ahh!”

 

******

aku hanya bisa terdiam tak berkutik saat ini. kedua orangtuaku tak hentinya menatapku tajam dan geram. ibuku terus saja mengeluarkan omelan-omelannya bertubi-tubim sehingga membuatku pusing.

“tidak seharusnya kau kabur dari rumah seperti tadi!” bentak ibuku dengan nada meninggi.

“mungkin Hye Won membutuhkan waktu untuk menyendiri saat ini.” jelas Kyuhyun pelan.

“Kyuhyun-ahh! berhentilah kau membelanya! kau tahu jelaskan perbuatannya ini salah?”

Kyuhyun menatapku sekilas dan terdiam. sama halnya denganku yang hanya bisa diam.

sejenak suasana tampak hening. ayahku yang sedari tadi diam mulai berjalan mendekatiku dan menatap mataku lekat, “apa karena pria itu? Choi Siwon?”.

aku kembali terhenyak mendengar nama itu. kakiku terasa bergetar hebat, membuatku hampir jatuh. untung ada Kyuhyun yang menopangku dari belakang.

ayahku menatap mataku dalam, “kembalilah ke kamar.” serunya lembut.

 

————————————–

cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamarku berhasil membuatku menggeliat dan membuka kedua mataku malas. aku beranjak dari kasurku dan membuka tirai jendelaku yang berwarna biru muda. sesosok pria tampak sedang berdiri disana menatapku seraya menyesap secangkir teh hangat dengan bibirnya yang tertarik kesudut membentuk sebuah senyuman kecil. benar-benar senyuman yang sangat manis.

“selamat pagi nyonya!”

ucapannya sukses membuatku tertawa. ingin rasanya aku melempar wajahnya saat ini.

“apa hari ini kau ada acara?” tanyaku.

ia tampak berpikir sejenak kemudian menggeleng, “kau ingin mengajakku jalan?”

seulas senyuman kembali keluar dari bibir kecilku.

 

******

seorang pria dengan jaket hitamnya tampak sedang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal seraya mengernyitkan dahinya menatapku, tepatnya menatap sebuah kantong plastik berwarna krem besar yang sedang kupegang. sekarang ia mengalihkan pandangannya kepada sebuah toko gaun pengantin yang ada dihadapan kami berdua.

“apa kau yakin ingin menjualnya?”

aku mengangguk pasti dan tersenyum semanis mungkin kepadanya.

“lagipula aku tidak membutuhkannya lagi.”

Kyuhyun terdiam memandangku dengan tatapan nanarnya, sehingga membuatku mencoba membangun pertahananku lebih kuat untuk tidak menangis.

“baiklah kalau begitu.” Kyuhyun menarik tanganku masuk kedalam toko dengan langkah yang berat.

aku pikir.. bersamaan dengan menghilangnya barang-barang yang dipenuhi dengan kenangan antara aku dan dia, akan membuatku jauh lebih mudah untuk melanjutkan hidupku dengan melupakannya.. melupakan seorang Choi Siwon.

####

Flash Back

kupeluk pria yang ada dihadapanku dengan erat. pria yang selama ini kurindukan sekarang ada dihadapanku, Choi Siwon. Choi Siwon adalah tunanganku. kami sudah berhubungan selama 5 tahun. ia baru saja kembali menyelesaikan kuliahnya dari London. Tujuannya datang kesini adalah untuk membantuku mengurus pernikahan kami yang akan diadakan 6 bulan lagi.

ia mengecup keningku kilat dan tersenyum.

“bogosipho.”, ujarnya manja.

aku hanya terkekeh mendengarnya.

“hello Mr.Cho!” ujar Siwon seraya memeluk Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menyambut pelukan Siwon, “bagaimana London?”

“tidak begitu buruk.”

Kyuhyun, Siwon, dan aku adalah sahabat semenjak SMA. lebih tepatnya begini.. aku dan Kyuhyun adalah teman sejak kecil, ia adalah tetanggaku. keluarganya dan keluargaku sudah saling mengenal lama dan sangat dekat. Kyuhyun bertemu dan menjadi dekat dengan Siwon sewaktu SMA. melalui Kyuhyunlah aku dapat mengenal seorang Choi Siwon.

******

aku menatap hidangan yang ada dihadapanku dengan tidak selera. aku melirik jam tangan rolex yang melingkar indah ditangan kiriku. aku memandang diriku dari pantulan vas dihadapanku untuk memastikan bahwa penampilanku masih terlihat bagus.

“Hye won-ahh” aku menoleh kearah sumber suara dan mendapati Kyuhyun disana.

“wae irae?” tanyaku heran.

“Siwon tidak akan datang” seru Kyuhyun sukses membuatku lemas. ini sudah ke-5 kalinya ia seperti ini semenjak kembali dari London. ini sungguh membuatku frustasi.

“sebenarnya apa tujuannya datang kesini? sibuk dengan pekerjaannya atau mengurus pernikahan kami?” mataku terasa panas dan memerah.

“mungkin perkerjaannya kali ini tidak bisa ditunda.”

“teruslah membelanya.” aku berlalu dari hadapan Kyuhyun dengan cepat. emosiku sudah tak tertahankan lagi.

******

aku menatap tajam kepada pria yang ada dihadapanku saat ini seraya menyilangkan kedua tanganku didepan dadaku. seorang pria dengan setelan jas hitamnya sedang membawa sebuket bunga lili sedang menatap mataku dengan memelas dan memohon.

“aku lelah. kau selalu saja seperti ini!”

“aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi Hye won-ahh.” Siwon menggenggam tanganku erat. kalau sudah seperti ini aku tidak bisa lagi menolak. aku mengambil buket bunga yang ada ditangannya seraya tersenyum tipis.

“arasseo. tapi berjanjilah kau tidak akan mengulanginya lagi.”

“I promise” muncul segurat senyuman mengembang diwajah tampannya.

“jadi kalian sudah berbaikan?”

aku menoleh ke belakang dan mendapati Kyuhyun sedang berdiri menyandarkan dirinya di dinding tersenyum kecil.

“kau harus membayar hutangmu padanya Mr. Choi.” Kyuhyun melemparkan tas tangan pink-ku yang aku tidak tahu sejak kapan ada padanya kepada Siwon.

Siwon tertawa kecil, “baiklah. aku akan membayar hutangku. hari ini aku milikmu Hye Won-ssi!”  ujarnya mengerling nakal padaku dan sukses membuat pipiku merona merah saat itu.

******

kekecewaan yang terjadi beberapa hari yang lalu kembali datang menyelimutiku. ia kembali tidak menepati janjinya untuk tidak akan pernah lagi membiarkanku menunggunya. sudah 2 jam aku duduk di bangku taman ini hanya untuk menunggunya. aku merasakan perubahan yang sedikit besar kepada sosok seorang Choi Siwon beberapa minggu ini. aku mencoba menepis semua pikiran-pikaran anehku saat ini, bahkan untuk kemungkinan terburuknya.

“bagaimana? masih ingin menunggunya?” tanya seorang pria yang sedari duduk disampingku.

aku menghela nafas panjang, “ayo kita pulang!”

Kyuhyun menatapku dengan sorotan mata khawatir. aku tidak sanggup berlama-lama untuk menatap matanya yang dengan pasti akan membuatku menangis. aku yakin bukan hanya aku yang menyadari perubahan Siwon, tetapi begitu juga dengan Kyuhyun.

satu minggu berikutnya dengan mudahnya ia membatalkan pernikahan kami dengan alasan yang tidak bisa diterima. belum siap menikah? lalu mengapa ia melamarku begitu cepat? bahkan semenjak hari itu ia menghilang tanpa mengucapkan kata maaf secara langsung pada keluagaku dan terutama padaku.

Flash Back end

####

 

Tidak terasa musim gugur telah berlalu. Jalan-jalan yang tertutupi oleh daun-daun merah kecokelatan pun tidak ada lagi , melainkan gumpalan benda dingin berwarna putih yang tampak disana. Sama seperti tahun-tahun lalu, pada hari pertama di musim salju ini kuhabiskan seluruh waktuku bersama Kyuhyun. hal ini sudah seperti menjadi rutinitas kami berdua dari kecil sampai sekarang.

aku menengadah memandang langit yang tampak sedikit gelap, membuatku merapatkan kedua telapak tanganku dan menggosoknya perlahan. Saat ini aku sedang berada di busan.. aku dengar pantai di daerah ini sangat indah, karena itu aku memutuskan untuk berlibur kesini bersama Kyuhyun. baiklah.. Aku tahu itu alasan yang sangatlah bodoh, berlibur ke pantai di musim dingin seperti ini? aku hanya ingin menenangkan diri jauh dari tempat yang begitu banyak dipenuhi kenangannya.

“kau melamun lagi!” seseorang memukul kepalaku pelan, membuat topi rajut merah yang kukenakan hampir terjatuh. aku mengerucutkan bibirku dan memukul lengannya pelan.

“aku tidak melamun!” bantahku namun tetap saja dia tidak percaya.

ia tersenyum kemudian memperbaiki syal yang melingkar dileherku, membuatku terasa hangat.

“aku sudah menemukan tempat penginapan di sekitar sini. kau mau istirahat sekarang?”

aku menjawabnya dengan menganggukkan kepalaku. yah.. perjalanan hari ini cukup melelahkan dan cukup membuat kepalaku pusing. Aku mengamit lengan Kyuhyun dan berjalan disampingnya. Kyuhyun memperlambat jalannya untuk menyamai langkahnya denganku.

******

aku mencoba menutup kedua mataku untuk segera terlelap, tapi tidak bisa. aku mencoba mengatur posisi tidur tubuhku untuk terasa lebih nyaman, namun tetap saja tidak bisa. aku beranjak dari kasurku dan melangkah keluar kamar menuju kamar 023 yang berada tepat disenelah kamarku.

“Kyuhyun-ahh!”panggilku seraya terus mengetuk pintunya perlahan.

“ada apa?” Kyuhyun membuka pintu dengan lebar dengan tangan kirinya tampak sedang memegang secangkir teh hangat.

aku mengambil cangkir itu dan menyesapnya sambil berjalan memasuki kamarnya.

“hey! itu milikku!” seru Kyuhyun kembali merampas hak miliknya membuatku tertawa kecil.

“ada apa kau kemari?” Kyuhyun merebahkan dirinya di ranjangnya.

“aku tidak bisa tidur” aku menghela nafasku dan membaringkan tubuhku  disampingnya.

“lalu kau mau tidur disini denganku?” ia tampak terkekeh kecil saat mengatakannya.

“diam kau!” aku menoleh kearahnya dan menatapnya tajam.

tidak seharusnya aku menoleh. tatapan matanya yang dalam sukses membuat jantungku berdetak tidak normal dan membuatku sedikit kesulitan dalam bernafas. ada apa ini? aku memalingkan wajahku, saat ini aku hanya mampu menatap langit-langit kamarnya.

“apa kau masih memikirkan dia?” tanya Kyuhyun yang membuatku cukup terhenyak. suasana tampak hening sejenak.

“aku pasti bisa melupakannya, tapi itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit Kyuhyun-ahh” nadaku terdengar merendah.

aku kembali menatap Kyuhyun yang berada disampingku. saat ini posisi kami sudah saling berhadap-hadapan. jantungku kembali berdetak cepat. ada apa denganku sebenarnya?

bibir Kyuhyun tampak tertarik keatas membentuk segurat senyuman yang menurutku sangat manis, aku suka saat dia tersenyum seperti itu.

“aku baru tahu kau ini ternyata sangat tampan Cho Kyuhyun”

Ia kembali tersenyum, “kau kurang beruntung karena baru menyadarinya sekarang Hye Won.”

suasana tampak kembali hening. aku sibuk menelusuri wajahnya yang tampan dari jarak sedekat ini. ternyata seorang Cho Kyuhyun dapat tumbuh dengan tampan seperti ini. Tentu saja dia tampan dari dulu, dia adalah sahabat seorang Song Hye Won.

Ntah sejak kapan wajah Kyuhyun menjadi lebih dekat dari sebelumnya dengan wajahku. membuat konsentrasi otakku menjadi kacau. aku hanya bisa terdiam saat bibir Kyuhyun mendarat dibibirku. ia menggigit bibir bawahku pelan sehingga membuatku membuka mulutku dan ia mengulum bibirku sangat lembut. aku hanya bisa memejamkan mataku mengikuti permainannya.

———————————————

aku menatap pantulan bayanganku yang ada dicermin. mini dress berwarna putih yang dilapisi cardigan putih terlihat sangat pas dibadanku. rambut hitamku kubiarkan tergerai indah dan dengan sedikit polesan make up melengkapi penampilanku saat ini.

hanya demi menemui seorang Cho Kyuhyun apa tidak berlebihan aku berdandan seperti ini?

aku kembali tersenyum saat mengingat apa yang terjadi di Busan kemarin, setelah kejadian itu tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibirku dan bibirnya. tunggu.. dia mengeluarkan satu kata, yaitu, “mianhae”. di perjalanan pulang saja suasana begitu hening. kami sibuk dengan pikiran masing-masing. ini pertama kalinya aku akan berjalan bersama Cho Kyuhyun lagi setelah kejadian itu.

Drrtttt.. drttrrtt…

aku mengambil ponselku dari dalam tas tangan putihku

Messages

— Mr. Cho–

09.00 a.m

aku tunggu di Coffee House..

aku hanya bisa mengernyitkan dahiku dan menatap ponsel yang sedang kugenggam saat ini dengan heran. Coffee House? sejak kapan dia suka kopi?

@Coffee House

pandanganku menyusuri setiap susut ruangan yang bernuansa klasik itu. aku memicingkan mataku untuk melihatnya karena jrak yang cukup jauh. aku tidak menemukan Kyuhyun disini. kuputuskan untuk menunggunya di sudut ruangan saja. Spotnya terlihat lebih nyaman.

sudah hampir 30 menit aku disini tapi ia belum datang juga.

“Hye Won-ahh.” aku tersentak kaget saat mendengar suaranya.

bukan suara seorang Cho Kyuhyun, melainkan Choi Siwon.

“apa yang kau lakukan disini? dimana Kyuhyun?”

“aku meminta Kyuhyun untuk mempertemukanmu denganku.”

aku mencoba menjernihkan pikiranku. Saat ini pikiranku sangat kacau. apa maksudmu melakukan ini semua Cho Kyuhyun?

“bisakah kita bicara sebentar?”

kalau ini yang diinginkan seorang Cho Kyuhyun, baiklah. aku kembali duduk dan mempersilahkan Siwon duduk seraya menahan perih yang menggerogotiku saat ini.

******

aku berjalan menyusuri jalan setapak untuk berhasil sampai di depan pintu rumahku. Mobil mewah berwarna merah itu terparkir dengan gagahnya di sebuah pekarangan yang tepat bersebelahan dengan pekaranganku. tampak seorang pria tinggi dan putih berdiri di sana sedang menatapku dengan senyumannya yang sangat kusukai itu.

“bagaimana akhirnya? apa aku berhasil?” teriaknya dengan nada yang antusias.

“terima kasih Cho Kyuhyun. kau membuat hariku kembali sempurna.” aku mencoba tersenyum semanis mungkin.

“Siwon sudah menjelaskan semuanya dan aku rasa aku bisa menerimanya.”lanjutku.

ia tampak terdiam sejenak. apa aku salah lihat? matanya terlihat begitu sendu. apa ia sedih?

“selamat kalau begitu! sayang sekali aku tidak bisa merayakan kebersamaan kalian dalam waktu yang cukup lama.” teriaknya

aku terdiam ditempat mencoba mencerna apa maksud dari setiap kata-kata yang baru saja diucapkannya, “apa maksudmu?’ teriakku lagi.

“aku akan memberitahumu besok!”

ia berjalan membelakangiku seraya melambaikan tangannya. ia kembali menatapku sekilas dan menghilang dari balik pintu cokelat itu.

————————————-

aku membelalakkan mataku tak percaya saat mendengar apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun. ia akan pergi? London? aku menggigit bibir bawahku untuk tidak menangis. aku hanya bisa diam menatap pria berwajah tirus yang sedang duduk di hadapanku saat ini.

“kapan kau akan berangkat?”

“tenang saja. kau masih punya waktu 2 minggu untuk bersenang-senang denganku.”

“bagaimana mungkin kau tega meninggalkanku disini Kyuhyun-ahh?” gumamku.

aku tidak bisa lagi membendung airmata yang sudah menggenangi pelupuk mataku. bulir-bulir bening itu jatuh begitu saja. isakan-isakan kecil keluar dari bibirku begitu saja. Kyuhyun hanya bisa menatapku nanar dan mmbelai lembut pipiku, menghapus sungai kecil yang ada dipipiku.

“aku mohon jangan menangis.”

tangisanku bukannya terhenti, malah semakin menjadi-jadi. bagaimana mungkin aku tidak menangis?

“kau masih punya siwon yang akan senantiasa menemanimu.”

aku tertegun memandangnya. bagaimana mungkin Siwon bisa menemaniku? apa dia tidak tahu chanya dialah satu-satunya orang yang dapat menemaniku, menjagaku, bahkan menuntunku dalam hidup? aku tersenyum getir. apa selama ini dimatamu aku hanya Song Hye Won sahabat kecilmu? gadis itu sekarang sudah dewasa Kyuhyun.. dan gadis itu mencintaimu.

“aku pulang.”

aku berlari meninggalkannya mematung disana dengan berbagai pikiran yang mungkin sedang memenuhi kepalanya.

******

dengan perlahan aku membuka mataku yang perih. mungkin karena terlalu banyaknya airmata yang terkuras hari ini. aku menoleh kearah jendela kamarku, untuk memandang kamar Kyuhyun. tirai jendela kamarnya tertutup dan lampunya juga padam. air mataku kembali menetes.

aku berjalan menuju ke kamar mandi. setelah mencuci muka aku merapikan rambutku.

“kau mau kemana Hye Won?” tanya ibuku saat melihatku memutar knop pintu depan.

“aku hanya berkeliling eomma.”

aku melangkah menuju rumah yang bersebelahan dengan rumahku, rumah Cho Kyuhyun. kueratkan lingkran syalku, dan memeluk diriku untuk menjaga tubuhku agar tetap hangat.

aku mengetuk pintu cokelat yang ada dihadapanku dengan ragu. tidak lama kemudian muncul seorang wanita, yang sudah sangat lama kukenal.

“Hye Won-ahh?”

“apa saya boleh masuk?”

Ibu Kyuhyun mengangguk dan mempersilahkanku masuk.

“matamu sembab Hye won-ahh.”

aku trsenyum menanggapinya, “belakangan ini aku kurang tidur eomma.”

eomma? yah.. aku memanggil ibu Kyuhyun dengan sebutan itu, begitu pun sebaliknya.

“bagaimana hubunganmu dengan Siwon?” tanya Ibu Kyuhyun.

pasti Kyuhyun telah menceritakannya dengan eomma waktu itu. lagi-lagi aku hanya tersenyum kecil menanggapinya.

“eomma tahu tidak seharusnya eomma mengatakan ini, tapi eomma tidak ingin masalah ini berlarut-larut.”

aku mengerutkan dahiku mencoba mendengarkan apa yang baru saja Ibu Kyuhyun katakan.

******

aku terus memikirkan semua pembicaraan yang diutarakan oleh Ibu Kyuhyun tadi. aku hanya bisa menangis mendengarnya. dasar Kyuhyun bodoh! bagaimana mungkin dia selama ini tersenyum disaat dia sakit, bahkan lebih sakit dari yang kualami saat ini. mataku kembali mengeluarkan bulir-bulir bening itu.

aku tersentak saat ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi terang.

“apa yang kau lakukan dikamarku?” tanya Kyuhyun mendapati aku berada dikamarnya saat ini.

aku beranjak dari kasurnya dan berjalan menghampirinyam “apa kau mencintaiku?”

matanya membulat saat mendengarnya, “pertanyaan apa itu? ia bahkan tidak berani memandangku saat ini.

“Cho Kyuhyun! jawab pertanyaanku!” aku memegang kedua pipinya menegaskannya untuk menatap mataku.

“apa kau baru sadar?” tanya Kyuhyun dengan nadanya yang sangat lemah. seperti berbisik, namun aku masih bisa mendengarnya. matanya terlihat begitu penuh dengan kesedihan.

“kenapa selama ini kau diam saja? bagaimana bisa kau tersenyum disaat hatimu tidak seperti itu?”

“aku akan selalu bisa tersenyum saat melihatmu bahagia, meskipun hatiku hancur karena itu”

aku tidak tahu harus berkata apalagi. aku hanya bisa terdiam mendengar ucapannya. aku mencium bibirnya lembut.

“nado saranghae..”bisikku padanya.

ia tampak terdiam sesaat, sepertinya dia belum menangkap kata-kataku.

“aku menolak Siwon saat itu. aku tidak bisa menerimanya lagi, karena hatiku bukan lagi miliknya… namun milik orang lain, yaitu kau.”

bibirnya kembali tertari keatas membentuk senyuman yang lebar, sehingga menunjukkan deretan giginya yang tersusun rapi.

“gomawo..” ujarnya lembut menatapku dengan tatapannya yang hangat seraya melingkarkan tangannya di pinggangku.

“kalau begitu aku mohon.. tolong jangan pergi!”

ia kembali tersenyum dan membelai pipiku lembut, “aku tidak akan pergi, karena mulai saat ini ada sesuatu yang berharga, yang harus kujaga dan kupertahankan disini.”

 

I do not know since when promised goodies
You filled my mind
My little heart is always cold
I fell as warmer

Maybe the two of us so long
Find other ~~`
Did not know that by
Were you alone, lonely, look at
Can you come closer to hug me
Charge towards the running last time my heart I’m hungry
Until yesterday I do not know who the clear eyes
I feel so secure white as snow
Day, a month passed, two years after one year
There’s another mystery, but ~~~
By then you know why two of the world
This feeling of just cause, such as

No more than a friend that
Of course, that said drumsticks
Then I did not know that I’m
Your sincere smile

Look at the streets turned white
The snow piled up on ~~~~
I want things up in your arms
On first glance, we present

I have a black head, but
Even if it snowed in your head
By then you know why two of the world
This feeling of just cause, such as

~The End~

8 responses

  1. hotmafebrina

    thenkyuuu abeth syggg ;))

    February 25, 2011 at 9:36 am

    • welcome^^
      jangan lupa transfer yak🙂

      February 25, 2011 at 11:51 am

  2. annyeong hehe riga imnida, aku newbie disini hehe
    whoaaaa kyu kasian mendem rasa sama hye won gt hehe
    tp so sweet banget kyu nya nemenin hye won disaat hye won lg butuh seseorang disampingnya hehe
    nice ff😀

    March 20, 2011 at 3:53 pm

    • wahh annyeong riga^^
      syukur deh kalo suka..
      makasih yah uda mampir dan comment~~

      March 21, 2011 at 7:58 am

  3. TheClaret

    Iri. Iri. Iri ama Hye Won.. Kyuhyun jadi orang kok baik banget di ff ini.. Itu Siwon oppa sama aku aja sini #plaaak hehe
    author, daebak!

    April 27, 2011 at 4:15 pm

    • wah sekali lagi thank kyuu yah🙂
      kamu juga bias siwon yg daebak kk~

      April 28, 2011 at 10:42 am

  4. eonnie~ya,
    mian..
    aku bru brkunjung k sni stelah skian lma.
    hoho.

    senangnya kyu..
    happy ending.
    aku sukasukasuka.😀

    May 12, 2011 at 10:42 pm

    • lg sibuk ujian kan kmrn”?
      haha.. ^^ gwaenchana..
      syukur dah kalo suka..
      eonni rada kaga rela sih bikin nih ff / plak

      May 18, 2011 at 2:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s