sujushidaeforeternity!!

Latest

Welcome to My Fanficts Area!

 안녕하세요

Welcome to my fanfics world..!

Blog ini dibuat khusus untuk kumpulan-kumpulan fanfics saya..

Saya akan sangat menghargai sekali bagi siapa yang mampir diblog ini

Bisa meninggalkan jejak mereka cukup memberi comment setidaknya untuk

menghargai tulisan saya dan memotivasi author..

Jangan kaget kalau suatu saat saya bakalan protect semua FF saya.

 

Bashing was not allowed in here!

PLEASE DONT BE A SILENT READER!

감사합니다

[SongFict] My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 4

My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 4

 

Main Casts:

Jessica Jung – Cho Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another Casts:

Kim Heechul  – Kim Taeyeon – Tiffany Hwang

SNSD – Super Junior

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!!

 

~ Cinta itu tidak bisa diatur. Seberapa besarpun kau berusaha untuk mencegahnya untuk tidak tumbuh, semakin besar pula ia akan tumbuh. Apapun alasannya”~

 

~~@@~~

 

JESSICA’S POV

 

“Inikah tempatnya?”

Aku mengangguk sekali seraya tersenyum puas. Ini adalah salah satu tempat terbaik yang masuk dalam daftarku. Sebaiknya dia berterima kasih padaku untuk hari ini.

Setelah mengunjungi beberapa tempat, aku memutuskan untuk mengajak Kyuhyun ke namdaemun—sebagai tempat terakhir yang dikunjungi sebelum pulang. Bulan tampak semakin benderang, namun keramaian di pasar ini sama sekali tidak berkurang. Sama dengan jantungku yang tidak bisa dipungkiri ramai akan detakan demi detakan yang memenuhinya. Atau bisa dikatakan  rasa gugup dan senang sedang menjalariku saat ini.

Jalan berdua dengannya adalah sesuatu hal yang bahkan untuk membayangkannya saja aku tidak berani.

Rasa kesal, marah, dan kecewa yang belakangan ini menderaku seakan menguap begitu saja dan entah kemana perginya. Detak jantungku yang berirama tak beraturan semakin meyakinkanku bahwa perasaanku padanya sudah jauh lebih dalam, lebih dalam dari yang kuperkirakan sendiri. Kabar baik atau kabar buruk. Entahlah. Rasa ini sudah melangkah terlalu jauh.

“Apa disini selalu seramai ini?” tanyanya yang sontak membuatku menoleh kearahnya. Aku bisa memastikan ia dapat melihatku kembali mengangguk sekilas.

Selama ini aku menyangka dia orang yang sangat jarang bicara, tapi sepertinya aku salah sangka. Dia sangat cerewet. Mungkin kalau dari tadi aku menyalin semua pertanyaannya,sudah ada seribu di dalam daftar.

“Disini banyak jajanan yang enak. Kau mau coba?” Kyuhyun melihat kesekitar—kedai-kedai kecil yang berada dikedua sisi jalan dan diramaikan dengan orang banyak.

“Sebaiknya kau punya rekomendasi yang baik.” Senyuman kecilku pun langsung mengembang, dan mulai menyusuri jalanan yang sudah tak asing lagi bagiku. Kyuhyun mengikuti irama langkahku, mensejajarkan posisinya agar tepat berada disampingku.

***

Langkah kami terhenti di depan sebuah kedai kecil yang mungkin tidak terlalu ramai bila dibandingkan dengan tempat yang lain. Kyuhyun mengerutkan keningnya, membuat kedua alis hitamnya menyatu. Senyuman tidak hentinya terpancar dari wajahku. Kutarik tangannya dengan semangat saat memasuki kedai ramyeon ini.

“Tenang saja. Mungkin kedai ini tidak seramai kedai yang lain, tapi rasanya jauh lebih enak dibandingkan yang lain.”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil sambil memperhatikan pengunjung lain—tiga pria muda dan seorang pria paru baya—yang sedang menyantap habis ramyeon mereka.

“Sica~ya.. Ini pesananmu.” Dua mangkok ramyeon seafood tertata dengan sangat manis dihadapanku dan Kyuhyun. “Kamsahamnida eommoni.”

“Siapa pria ini?” Wanita paruh baya itu menyipitkan matanya saat menunjuk kearah Kyuhyun, membuat tingkahku tampak konyol saat itu juga. Belum sempat aku menjawab, dia tertawa kecil seraya mengacak rambutku singkat dan berlalu saat salah seorang pengunjung memanggilnya.

Read the rest of this page »

[SongFict] My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 3

My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 3

 

 

Main Casts:

Jessica Jung – Cho Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another Casts:

Kim Heechul  – Kim Taeyeon – Tiffany Hwang

SNSD – Super Junior

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!!

 

~~@@~~

 

JESSICA’S POV

 

Tidak terasa hari ini adalah hari ke-empatku berdua dirumah ini dengannya. Kenapa waktu berlalu begitu cepat? Senyumanku semakin mengembang saat mataku menemukan beberapa lembar kertas lusuh penuh dengan coretan di atas meja riasku.

Kuambil kumpulan kertas itu dan memfokuskan pandanganku padanya. Kertas ini. Kertas yang digunakan-nya saat sedang mencoba menyusun kata-kata indah, menjadi lirik yang jauh lebih indah bila dipadukan dengan nada.

Pikiran menerawang jauh, kembali pada saat aku dan dia berada di ruang piano. Aku bisa melihat dengan jelas sisi lain yang ada pada dirinya, sangat berlawanan dengan sikapnya yang anti sosial–acuh tak acuh–padaku.  Senyuman yang ditunjukkannya waktu itu terlihat sangat manis dan tulus, dan aku menyukainya.

“Jessica-ssi.” lamunanku buyar sesaat suara merdu yang sangat kukenal terdengar sangat jelas memanggil namaku. Ketukan pintu pun semakin memperjelas semuanya. Langkahku dengan cepat menuntunku merapat ke pintu, tapi tidak untuk membukakan pintu. Kutarik nafas panjang untuk beberapa kali dan membuangnya. Setelah merasa tenang, kuputar knop pintu kamarku pelan, sehingga memperlihatkan sesosok pria tinggi dengan rambut keemasaan disana.

“Kenapa lama sekali?” keluhnya.

“Aku tadi ketiduran. Memangnya ada apa?” kilahku. Tidak mungkinkan aku mengatakan bahwa aku sedang memikirkannya?

“Aku lapar. Buatkan makanan!” Tanpa basa-basi ia langsung mengungkapkan maksudnya. Aku menatapnya datar. Apa-apaan ini? Apa aku ini adalah pembantunya? Seakan tidak peduli dengan apa yang mungkin kurasakan saat ini, dengan seenaknya ia menarik tanganku keluar dari kamar dan menutup pintunya santai.

“Aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik dalam kondisi kelaparan seperti ini. Kau sendiri yang mengatakan ingin mendengar lagu yang sedang kukerjakan secepatnya kan?”

Setelah kejadian di ruang piano itu, entah setan apa yang merasukinya, membuat sikapnya menjadi seperti ini. Memang tidak selalu, tapi cukup sering. Aku memutar bola mataku dan mendengus pasrah. Kuakui, aku tidak akan pernah bisa sanggup untuk menolak permintaannya, dan sepertinya ia tahu akan hal itu. Aku melangkah menuju dapur, sedangkan dia dengan santainya mengikuti langkahku dari belakang.

“Karena kau sering membuatkanku sarapan, jadi kali ini aku akan bersedia bersikap baik padamu.” ujarku terdengar ketus. Sebenarnya, tanpa mengungkit itu semua sudah dapat dipastikan aku tetap akan membuatkan makanan untuknya kapanpun ia minta.

“Bukannya kau memang selalu tidak bisa untuk tidak bersikap baik padaku?” sindirnya, membuatku tampak bodoh saat itu juga. Aku melangkah dengan cepat, meninggalkannya jauh dibelakangku. Berpura-pura untuk tidak mendengarkan perkataannya tadi mungkin adalah pilihan yang sangat tepat.

  Read the rest of this page »

[SongFict] My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 2


Main Casts:

Jessica Jung – Cho Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another Casts:

Kim Heechul  – Kim Taeyeon – Tiffany Hwang

SNSD – Super Junior

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!!

 

~ Meskipun sikap dan perkataannya tidak pantas untuk dianggap sesuatu yang menyenangkan, entah kenapa… bibirku malah tersungging keatas, membentuk senyuman kecil disana. ~

 

~~@@~~

 

 

JESSICA’S POV

 

Aku dapat merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhku, yah.. sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada perutku. Kubalikkan tubuhku dan menekukkan kedua lututku, mencoba menekan perutku yang terasa sakit. Kedua mataku yang tadinya terpejam pun langsung terbuka. Aku mengucek kedua mataku lemas dengan tangan kiriku yang tidak hentinya mengelus perutku.

Dengan hati-hati aku beranjak dari tempat tidur dan langsung meraih knop pintu kamarku, membukanya dengan cepat. Tidak butuh waktu yang lama sekarang aku sudah berada tepat dihadapan kamar mandi yang ada disebelah kamarku. Belum sempat tanganku menyentuh knop pintunya, pintu tersebut langsung terbuka begitu saja.

Kepalaku yang tadinya merunduk langsung mendongak, menengadah melihat siapa orang yang menggunakan kamar mandi pribadiku seenaknya, “Kyuhyun-ssi?”

Ternyata Kyuhyun-lah yang berada dibalik pintu itu, memperlihatkan dirinya dengan sebuah handuk putih yang sedang melilit pinggangnya. Sejenak aku tidak bisa berpikir apa-apa. Sakit perutku seolah menghilang begitu saja, digantikan dengan perasaan syok yang entah bagaimana muncul begitu melihatnya. Anehnya, untuk mengerjapkan mataku saja aku tidak. sanggup. Aku pasti tampak sangat bodoh sekarang! Kyuhyun yang awalnya tampak diam pun sepertinya mulai merasa risih dengan caraku memandangnya.

“Kau tidak pernah melihat seorang pria dalam keadaan seperti ini sebelumnya?” tanya-nya santai seraya melangkahkan kakinya keluar kamar mandi dan menutup pintunya, namun masih berdiri tegak dihadapanku. Benar-benar membuat wajahku memanas dan merona merah.

Setelah menyadari situasi sekitar aku langsung berbalik dan menutup kedua mataku dengan kedua telapak tanganku. Memalukan! Kenapa pagi-pagi seperti ini aku harus melihat pemandangan seperti ini?

“Kalau iya memangnya kenapa?” Suaraku yang keluar terdengar bergetar tapi sedikit lantang-tetap saja berbicara sambil memunggunginya. Tidak ada jawaban apapun saat itu, hanya kekehan kecil darinya yang dapat kudengar.

“Mau sampai kapan kau berdiri disitu? Tidak jadi masuk ke kamar mandi?” sindirnya yang telak langsung membuatku ingin menghilang dari hadapannya saat itu juga. Dengan langkah terburu-buru dan masih dengan posisi membelakanginya aku berjalan memasuki kamar mandi, kemudian menutup pintunya dengan kuat.

Sesampainnya di dalam, kubuka kedua mataku dan langsung menghampiri cermin yang ada disana. Wajahku tampak sangat memerah. “Ini sungguh memalukan!”rutukku pada diriku sendiri-mengacak rambut frustasi.

Read the rest of this page »

(FF YONGSEO/Oneshot) Another Meeting

Another Meeting

 

 

 

Main cast :

Seo Ju HyunJung Yonghwa

SNSD CN Blue

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!

 

~~@@~~

 

 

SNSD’s Waiting Room

 

 

Pantulan seorang gadis cantik terlihat dengan sangat jelas dari tempatnya sekarang berdiri. Dari cermin terlihat pantulan wajah gadis itu terlihat cemas. Ia berulang kali berjalan kesana kemari kemudian menghentikan langkahnya tepat dititik yang sama, yaitu dihadapan cermin-yangtempat dimana ia sedang berdiri tegak dan melihat wajahnya.

Wajahnya yang putih terlihat semakin pucat, membuat semua orang yang ada disekitarnya mulai merasa cemas. Gadis manis itu mencoba tersenyum selebar mungkin, namun sikapnya itu justru semakin membuat rasa gugupnya semakin  menjadi-jadi.

“Seohyun-ahh, gwaenchana?” Seohyun menoleh dan mendapati eonni-nya Yoona berada tepat di sampingnya dengan senyuman manis-nya.

Yoona yang sepertinya tahu bahwa magnae kesayangannya ini sedang gugup mencoba untuk menenangkan-nya, “magnae-ya, semuanya akan baik-baik saja.” Yoona membelai punggung Seohyun lembut.

Seohyun hanya mampu menghela nafas. Ia tahu dengan jelas bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja. Pertunjukan nanti akan baik-baik saja. Tapi… Ia hanya tidak yakin pada dirinya sendiri.

Sanggupkah  dia berhadapan kembali dengan Yong-nya?

Sanggupkah dia bernyanyi kembali dengan-nya?

Bernyanyi sambil menatap matanya?

Bernyanyi sambil menahan airmatanya untuk tidak jatuh?

Bernyanyi sambil menahan rasa rindunya yang meluap-luap dan akan keluar saat melihat-nya?

Read the rest of this page »

[SongFict] My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 1

My Love, My Kiss, My Heart ~ Chapter 1

Main Casts:

Jessica Jung – Cho Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another Casts:

Kim Heechul – Tiffany Hwang

SNSD – Super Junior

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!!

~ “Jatuh cinta itu sama sekali bukanlah hal yang konyol. Dan jatuh cinta pada pandangan pertama? tentu saja aku percaya, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin terjadi.”~

~~@@~~

 

AUTHOR’S POV

 

Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya di ufuk timur, memancarkan cahaya yang berangsung-angsur mulai menerangi sekitarnya. Seorang gadis yang semulanya tampak tidur dengan lelap mulai mengerjap-ngerjabkan kedua matanya, kemudian memicingkan keduanya sesaat cahaya yang masuk melalui celah-celah jendela kamarnya menyilaukan matanya. Direnggangkannya kedua tangannya kemudian kembali menggeliat malas diatas kasur empuknya.

“Sica-ya! Ihreona!” teriak seorang pria dari arah luar pintu kamar gadis itu.

Gadis yang dipanggil Sica itu hanya menguap kemudian berjalan membuka pintu kamarnya dengan malas, “Aku sudah bangun.” jawabnya enteng sambil mengucek-ngucek matanya, membuat pria dengan rupa tampan yang ada dihadapannya terlihat kesal. Pria itu memukul kepala Jessica dengan gemas, membuat gadis itu mangusap kepalanya sambil menggerutu.

“Apa kau tahu aku sudah berteriak memanggil-manggil namamu seperti ini sebanyak 100 kali? ”

“100 kali? Aku hanya mendengarnya sekali.”

“Itu karena kau tidur seperti mayat. Sudahlah, sekarang bersiap-siaplah!  Aku akan menunggu di bawah.” Heechul pun berbalik dan mulai menghilang dari pandangan Jessica.

Jessica hanya mengerucutkan bibirnya kemudian kembali menutup pintu kamarnya. Langkahnya menuntunnya menuju lemarinya, mengambil semua peralatan mandinya kemudian kembali melangkah keluar kamar menuju kamar mandi yang berada di sebelah kamarnya.

Setelah selesai bersiap-siap, Jessica dengan sigap berlari kecil menuruni tangga setelah mencium aroma pancake strawberry kesukaannya dari atas. Heechul yang melihat kelakuan adik perempuannya yang satu ini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Seperti biasa, pancake strawberry buatanmu adalah yang terbaik oppa!” ujar Jessica semangat sesaat setelah pancake itu masuk ke dalam mulutnya.

“Berhenti memujiku dan cepat selesaikan sarapanmu! Apa kau tidak lihat kau sudah hampir terlambat?”

“Arasseo!” Jessica kembali mengerucutkan bibir mungilnya dan kemudian memakan pancake yang ada dihadapannya dengan lahap. Heechul mengacak rambut Jessica lembut, kemudian mulai melanjutkan perbincangan mereka.

“Sepulang dari tempatmu bekerja hari ini, kau harus langsung pulang kerumah. Kau tahu kan teman dekatku akan tiba di Seoul sore ini, dan untuk sementara ia akan menetap di rumah kita. Sepertinya aku lembur hari ini, jadi tolong kau sambut dia dengan baik. Ara?   ”

Jessica menatap Oppa-nya dengan tidak percaya, dengan cepat ia mengunyah dan menelan sesuatu yang ada dimulutnya. “Kenapa kau baru mengatakannya sekarang oppa?” Heechul hanya mengendikkan bahu dan berlalu dari hadapan Jessica, membuat gadis itu meletakkan sendok yang sedang ia pegang dengan kuat.

***

Matahari semakin tinggi, membuat hawa yang ditimbulkan pun tak lagi terasa sejuk. Jam menunjukkan pukul 12.00 siang tepat. Teriakan gembira anak-anak pun mulai memenuhi ruangan saat lonceng menandakan kelas hari ini telah usai dibunyikan. Jessica tidak bisa menyembunyikan senyuman indahnya ketika melihat anak-anak didikannya tersenyum dengan begitu lebarnya saat ini.

“Annyeongi kyeseyo seonsaengnim!” ujar mereka serempak kepada Jessica sebelum berlari meninggalkan kelas.

 

Tidak sampai 10 menit, kelas tampak sudah kosong–tak berpenghuni, kecuali Jessica yang masih ada di dalam ruangan tersebut tentunya. Gadis itu tampak sedikit lelah. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi tempat ia biasa duduk. Dipukulnya pundaknya pelan seraya memejamkan kedua matanya.

Sebuah pijatan dikepalanya –yang tak lagi terasa asing membuat Jessica membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat orang itu dengan seksama.

“Kau lelah?” sebuah senyuman manis dan sepasang eye-smile dapat dilihat Jessica dengan jelas. Jessica hanya mengangguk untuk menanggapinya dan mulai beranjak dari duduknya.

“Kau mau kemana?”

“Aku harus pulang cepat hari ini, Fany-ahh. Ada yang harus kulakukan.” Jessica tersenyum kecut kemudian membereskan semua barang-barangnya dan meletakkan semuanya kedalam tas merah mudanya.

“Apa ada kabar dari Lee Donghae?” Tiffany mengamit lengan Jessica dan menatapnya serius, membuat Jessica membatu, memutar ulang semua yang berhubungan dengan pria yang bernama Lee Donghae itu.

Read the rest of this page »

KyuSica’s Love “ Missing You”

Missing You

Main casts:

Jessica Jung – Jo Kyuhyun – Lee Donghae

 

Another casts:

SNSD – Super Junior

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READERS!!

~~@@~~

 

Seorang pria mulai mendentingkan setiap nada dari tuts-tuts dimana jari jemarinya sedang bermain, membalas tatapan sendu gadis yang ada dihadapannya dengan lemah. Akhirnya jari jemarinya pun berhenti menari-nari diatas tuts-tuts itu.

“Sica-ya. Ada apa?” Taeyeon mengamit lengan Jessica dengan raut wajah khawatir.

Detik itu juga Jessica kembali dari alam bawah sadarnya, menatap dua orang yang ada dihadapannya dengan bingung secara bergantian.

“Sudah waktunya untukmu beristirahat taeyeon-ahh.” seru Mr. Kim dengan tatapannya yang terus mengarah pada Jessica. Taeyeon tampak terdiam sejenak, namun tidak berapa lama kemudian pun mengangguk ragu dan berjalan keluar ruangan.

“Apa kau sedang ada masalah?” tanya Mr. Kim pelan, nada cemas dengan sangat jelas tergambar dari suaranya.

Jessica menarik nafas dalam dan mencoba mengeluarkan senyuman tiga jarinya sebaik mungkin sebelum menjawab pertanyaan Mr. Kim, “eobsseumnida oppa. Aku hanya masih sedikit merasa ngantuk.”

Mr. Kim tahu bahwa gadis didikannya ini sedanglah berbohong, namun ia tidak ingin memaksa dan ikut campur lebih jauh, karena ia memang bukan tipe orang yang seperti itu. “Kalau begitu kita mulai latihan, kali ini harus lebih serius.”

Jessica kembali menarik nafas panjang dan tersenyum, kemudian mulai mengeluarkan suaranya yang indah, diiringi dengan alunan nada yang tak kalah indahnya. Mungkin pada saat ini, setiap orang yang mendengar nyanyian gadis ini dapat merasakan setiap emosi yang ada di dalamnya dengan sangat baik. Wajah akan pria yang sangat dirindukannya terus membayanginya, membuatnya merasakan betapa sakitnya disaat kau merindukan seseorang.

***

 

Semuanya terasa begitu lambat. Detik bagaikan hitungan menit, menit bagaikan hitungan jam, dan jam bagaikan hitungan hari. Banyak orang yang mengatakan, seiring dengan berjalannya waktu maka seiring itu juga berbagai perubahan terjadii, begitu pula dengan Jessica. Namun hanya satu yang tetap sama, yaitu hatinya, Cho Kyuhyun.

Jessica menghela nafasnya panjang, mencoba menghirup udara sejuk untuk memenuhi paru-parunya yang terasa sesak. Ia menengadah, menatap langit biru yang terhampar dengan indahnya  seraya  tangannya yang tampak memegang secarik kertas putih. Sedetik kemudian kembali terdengar helaan nafas panjang darinya.

Disandarkannya dirinya di sebuah kursi kayu panjang. dan menoleh ke sisi kanannya, dimana orang yang sangat dia rindukan biasa duduk. Cho Kyuhyun. Pria yang selalu membaringkan dirinya di kursi ini untuk sekedar menghilangkan penat. Pria yang hampir selalu menghabiskan seluruh waktunya disini hanya untuk menghirup udara segar. Pria yang hampir selalu senantiasa menemaninya, mendengar keluh kesahnya disini.

Jessica tidak menyangka, seorang pria yang hanya dikenalnya selama 1 bulan lebih berhasil mengubah hidupnya 180 derajat. Satu bulan sudah Jessica tidak lagi melihat Kyuhyun dan  mendengar suara Kyuhyun, sesingkat apapun itu tidak pernah terjadi. Ia tidak bisa kembali hidup layaknya sebelum ia bertemu Kyuhyun, karena itu tidak akan mungkin bisa ia lakukan.

Jessica kembali menatap kertas putih yang ada di tangannya dan kembali bulir-bulir bening itu menetes membasahi pipinya dan bergumam, “sepertinya aku sangat merindukanmu”.

Read the rest of this page »

(YONGSEO/Oneshot) 마지막 행벅한 하루 ? (Yonghwa Ver)


Main cast :

Seo Ju HyunJung Yonghwa

SNSD CN Blue

 

PLEASE DON’T BE A SILENT READER!!

Yongseo Story Moment

Part II

 

Di suatu hari, muncullah seorang pria bernama Yong dan seorang gadis  bernama Hyun

Mereka memutuskan pergi ke suatu tempat

untuk merayakan hari ulang tahun mereka berdua.

Begitu banyak kekakuan yang menyelimuti mereka saat itu

mungkin karena ini pertama kalinya mereka bertemu kembali setelah tidak bertemu selama satu bulan

Tempat favorit Hyun adalah tempat pertama yang mereka putuskan untuk perjalanan mereka, yaitu

lahan Goguma yang telah dipersiapkan Yong

Mereka membuat kenangan yang sangat indah disana

Sama seperti hari-hari yang sebelumnya, Yong dan Hyun terus menghabiskan waktu mereka bersama-sama

Mereka selalu bersama-sama dengan penuh rasa bahagia dan kasih sayang

Dengan seperti itu, mereka pun hidup bahagia bersama selama-lamanya

 

 

~~ The End ~~

 

 

Tanpa sadar bibirku tertarik keatas membentuk sebuah senyuman yang lebar, sehingga memperlihatkan deretan gigiku yang rapat. Kututup sebuah buku bersampul hitam yang baru saja selesai kubaca dan meletakkannnya di meja tempat kubiasa membuat komposisi lagu, menimpa buku lainnya yang bersampul sama. Yang membedakan hanyalah angka I dan II yang berada di akhir kata pada judul buku itu. Yongseo Story Part II, buku yang dihadiahkannya padaku saat hari terakhir, hari terakhirku bersamanya sebagai pasangan.

Tidak hanya cerita, berbagai gambar yang mengingatkanku kembali akan semua hal yang telah kami lakukan bersama juga terpampang jelas disana.

Aku benar-benar berharap, semua cerita yang kau tulis itu akan menjadi nyata Hyun-aah. Aku menarik nafas dalam dan kembali menghembuskannya. Aku sadar merindukannya dengan amat sangat. Apakah kau merindukanku juga Hyun? Pikiran itu terus berputar di kepalaku.

Read the rest of this page »